Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rumor Benjamin Netanyahu Tewas Usai Serangan Rudal Iran ke Tel Aviv Viral, Ini Fakta Sebenarnya Menurut Pemerintah Israel

Krisna Pambudi • Jumat, 13 Maret 2026 | 10:15 WIB

Rumor Benjamin Netanyahu tewas usai serangan rudal Iran ke Tel Aviv viral. (Sumber: Jawa Pos)
Rumor Benjamin Netanyahu tewas usai serangan rudal Iran ke Tel Aviv viral. (Sumber: Jawa Pos)

RADAR TULUNGAGUNG - Rumor Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan rudal Iran ke Tel Aviv ramai beredar di media sosial dan sejumlah media internasional.

Isu ini mencuat setelah Perdana Menteri Israel tersebut tidak muncul di hadapan publik selama beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel.

Rumor Benjamin Netanyahu tewas pertama kali ramai diberitakan oleh sejumlah media Iran.

Klaim tersebut menyebut Netanyahu menjadi korban dalam serangan rudal balasan Iran yang menghantam sejumlah wilayah penting Israel.

Namun, pemerintah Israel langsung membantah kabar Benjamin Netanyahu tewas tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda perang yang tidak berdasar.

Di tengah perang yang semakin memanas, informasi simpang siur seperti ini memang kerap muncul. Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun terkait kabar tersebut.

Serangan Rudal Iran Guncang Tel Aviv

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal balasan ke wilayah Israel.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang diklaim Iran sebagai respons terhadap tindakan Israel sebelumnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal balistik yang menyasar kota-kota besar Israel, termasuk Tel Aviv.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar, sirene peringatan terdengar di berbagai wilayah Tel Aviv.

Warga terlihat berlarian menuju bunker untuk mencari perlindungan dari kemungkinan serangan lanjutan.

IRGC juga menyebut sejumlah fasilitas militer Israel dan pangkalan strategis Amerika Serikat di kawasan tersebut menjadi target serangan.

Beberapa laporan media internasional menyebut sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome, bekerja keras untuk mencegat rudal-rudal tersebut.

Meski demikian, suasana di Tel Aviv tetap mencekam karena ancaman serangan masih berlangsung.

Iran Klaim Siap Perang Panjang

Pemerintah Iran melalui juru bicara IRGC menyatakan negaranya siap menghadapi perang dalam jangka panjang melawan Israel dan sekutunya.

Menurut mereka, kemampuan militer Iran tidak bisa diremehkan karena sebagian besar persenjataan diproduksi sendiri di dalam negeri.

Iran juga mengklaim memiliki ribuan rudal dan drone yang siap digunakan jika konflik terus berlanjut.

Sejumlah analis politik menilai strategi pertahanan Iran berbasis produksi senjata domestik memungkinkan negara tersebut bertahan dalam konflik berkepanjangan.

Hal ini berbeda dengan sistem pertahanan udara modern yang dimiliki Israel yang dinilai jauh lebih mahal dalam pengoperasiannya.

Muncul Rumor Netanyahu Tewas

Di tengah situasi yang memanas, publik dikejutkan dengan rumor Benjamin Netanyahu tewas dalam serangan rudal Iran.

Rumor ini semakin berkembang setelah Netanyahu tidak muncul di media selama sekitar empat hari. Biasanya, Netanyahu rutin memberikan pernyataan resmi saat terjadi konflik besar.

Beberapa media Iran bahkan menyebut Netanyahu menjadi korban dalam serangan yang menghantam wilayah strategis Israel.

Kabar tersebut semakin memicu spekulasi setelah agenda pertemuan antara utusan Amerika Serikat dan Netanyahu tiba-tiba dibatalkan.

Namun hingga kini tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim tersebut.

Baca Juga: Ramalan Perang Dunia ke 3 Menggema, Ratu Ayu Sebut Indonesia Jadi Target dan Terancam Berubah Jadi Kerajaan

Pemerintah Israel Bantah Rumor

Pemerintah Israel dengan tegas membantah rumor Benjamin Netanyahu tewas.

Mereka menyatakan kabar tersebut tidak benar dan merupakan bagian dari propaganda yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi opini publik.

Sebagai bukti, pemerintah Israel merilis video yang menunjukkan Netanyahu sedang melakukan kunjungan ke sebuah pelabuhan di kota Ashdod.

Dalam video tersebut, Netanyahu terlihat dalam kondisi sehat dan bahkan menantang Iran untuk melanjutkan serangan jika berani.

Pihak Israel juga membantah kabar yang menyebut sejumlah pejabat tinggi mereka tewas atau terluka akibat serangan Iran.

Perang Informasi di Tengah Konflik

Perang antara Iran dan Israel tidak hanya terjadi di medan militer, tetapi juga di ranah informasi.

Kedua pihak kerap saling menuduh melakukan propaganda dan penyebaran informasi yang menyesatkan.

Iran menuduh Israel menutupi dampak kerusakan akibat serangan rudal, sementara Israel menilai Iran menyebarkan berita palsu untuk memperkuat narasi mereka di tingkat internasional.

Para pengamat menilai masyarakat internasional perlu berhati-hati dalam menerima informasi terkait konflik ini.

Sebab dalam situasi perang, informasi sering kali menjadi bagian dari strategi untuk memengaruhi opini publik dan moral lawan.

Hingga kini, konflik antara Iran dan Israel masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.

Editor : Krisna Pambudi
#benjamin netanyahu #konflik Iran Israel #serangan rudal iran #perang timur tengah #tel aviv