Situasi konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Mujtaba Khamenei resmi menyampaikan pernyataan pertamanya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Dalam pidato tersebut, ia menegaskan akan membalas serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Pernyataan Mujtaba Khamenei pemimpin tertinggi Iran ini disampaikan saat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah memasuki hari ke-14. Meski berada di tengah situasi perang, aktivitas masyarakat di Iran dilaporkan masih berlangsung, termasuk kegiatan ibadah pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.
Dalam laporan langsung dari kota Qom, Iran, masyarakat tetap memadati masjid untuk menjalankan ibadah malam tanpa menunjukkan rasa takut meskipun ancaman serangan militer masih membayangi.
Baca juga:Pidato Pertama Mujtaba Khamenei sebagai Pemimpin Iran
Dalam pidato pertamanya, Mujtaba Khamenei menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Republik Islam Iran. Ia juga mengakui bahwa jabatan tersebut merupakan tanggung jawab yang sangat besar.
Mujtaba menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi tantangan tersebut, termasuk situasi perang yang tengah berlangsung. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Iran yang dinilai tetap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah.
Menurutnya, keberanian masyarakat Iran yang tetap turun ke jalan dan menjalankan aktivitas sehari-hari menjadi sumber kekuatan utama negara tersebut.
Ia menilai solidaritas rakyat menjadi salah satu faktor penting yang membuat Iran mampu bertahan menghadapi tekanan dari negara-negara yang dianggap sebagai musuh.
Baca juga:Iran Janji Balas Serangan Israel dan Amerika
Dalam pidatonya, Mujtaba Khamenei juga memberikan peringatan keras kepada Israel dan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dalam menghadapi serangan yang dilakukan kedua negara tersebut.
Menurutnya, Iran akan membalas setiap agresi yang terjadi, termasuk serangan yang menyebabkan korban jiwa di wilayah Iran.
Ia bahkan menyebutkan bahwa kematian warga sipil, termasuk anak-anak, akan menjadi alasan bagi Iran untuk terus melakukan perlawanan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berpotensi terus meningkat jika tidak ada upaya diplomasi yang berhasil.
Baca juga:Peran Militer Iran dalam Konflik
Dalam pidato tersebut, Mujtaba Khamenei juga memberikan apresiasi kepada militer Iran, khususnya pasukan elit Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Ia menilai pasukan tersebut telah menunjukkan respons cepat dalam membalas serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Menurut Mujtaba, kemampuan militer Iran menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Ia menegaskan bahwa Iran masih memiliki berbagai strategi untuk menghadapi tekanan militer dari pihak lawan.
Baca juga:Ancaman Serangan terhadap Pangkalan Militer
Selain menanggapi serangan langsung terhadap Iran, Mujtaba juga menyinggung negara-negara yang dianggap membantu operasi militer Amerika Serikat.
Ia menyebut pangkalan militer yang berada di negara-negara kawasan Teluk berpotensi menjadi target serangan jika digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi berpotensi meluas ke kawasan lain di Timur Tengah jika eskalasi terus meningkat.
Para pengamat menilai situasi tersebut dapat memperburuk stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Baca juga:Seruan Dukungan untuk Palestina
Di akhir pidatonya, Mujtaba Khamenei juga menyinggung peringatan Yaumul Quds, yaitu hari dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Ia mengajak masyarakat Iran dan komunitas internasional yang mendukung Palestina untuk turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan kota suci Al-Quds.
Seruan tersebut diharapkan menjadi simbol perlawanan terhadap apa yang disebut sebagai penindasan terhadap rakyat Palestina.
Dengan pernyataan keras dari pemimpin baru Iran ini, situasi konflik di Timur Tengah diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Ayu Dhea Cheryl