RADAR TULUNGAGUNG - HIV/AIDS adalah salah satu isu kesehatan penting yang sering dibahas, tetapi banyak orang masih salah memahami perbedaan antara keduanya.
Supaya tidak salah informasi, berikut penjelasan lengkap tentang apa itu HIV dan AIDS, bagaimana penularannya, serta cara pencegahannya.
1. Pengertian HIV dan AIDS
Baca Juga: Kasus HIV/AIDS Remaja di Tulungagung Tembus 524 Orang, KPAD Ungkap 97 Persen Penularan dari Seksual
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Jika kekebalan tubuh melemah, tubuh jadi lebih mudah terkena infeksi dan penyakit.
Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah kondisi ketika infeksi HIV sudah masuk tahap lanjut sehingga kekebalan tubuh sangat menurun.
Jadi, HIV adalah virusnya, sedangkan AIDS adalah kondisi penyakit yang muncul akibat virus tersebut.
Tidak semua orang dengan HIV langsung mengalami AIDS. Dengan pengobatan yang tepat, penderita HIV bisa hidup sehat untuk waktu yang lama.
2. Bagaimana HIV Menular?
HIV hanya dapat menular melalui beberapa cara tertentu, yaitu dari darah yang terkontaminasi HIV, hubungan seksual tanpa pengaman, dan lain sebagainya.
Yang penting untuk diketahui HIV tidak menular lewat berpelukan, bersalaman, berbagi makanan, batuk, gigitan nyamuk, atau aktivitas sehari-hari lainnya.
3. Gejala Awal HIV
Gejala HIV bisa berbeda-beda pada tiap orang, tetapi beberapa tanda awal yang umum layaknya penyakit biasa pada umumnya.
Seperti demam, sakit kepala, lemas, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening
Namun, banyak orang tidak mengalami gejala apapun dalam waktu lama. Karena itu, tes kesehatan adalah satu-satunya cara memastikan seseorang terinfeksi atau tidak.
4. Apakah HIV Bisa Disembuhkan?
Sampai sekarang, HIV belum bisa disembuhkan, tetapi dengan pengobatan yang disebut ART (Antiretroviral Therapy), orang yang hidup dengan HIV bisa mengontrol virus dalam tubuh, serta beraktivitas normal seperti orang sehat pada umumnya.
5. Cara Mencegah HIV/AIDS
Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan tidak berbagi jarum suntik, lakukan tes kesehatan secara berkala jika diperlukan, edukasi diri tentang kesehatan reproduksi, dan lain-lain.
6. Mengapa Edukasi HIV/AIDS Penting?
Mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV
Membantu pencegahan sejak dini
Memastikan masyarakat memahami fakta, bukan mitos
Menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar ****
Editor : Dharaka R. Perdana