
Oleh: Rizky Sembada S.E.M.M.M.Psi
SUDAHKAH pernah dari kita mendengar istilah first impression? Rasanya sudah tidak asing lagi yaa terdengar di telinga. Bahkan, seorang aktor terkenal asal Amerika Serikat yaitu Will Rogers pernah mengatakan, “seseorang tidak akan bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk mendapatkan kesan pertama yang lebih baik”. Kesan pertama berkaitan erat dengan personal grooming yang mencakup bagaimana penampilan fisik seseorang.
Menjadi seorang pemimpin harusnya mampu memberikan first impression saat bertemu dengan orang lain. Personal Grooming sangat memperhatikan penampilan diri dan cara berpakaian.
Selain kebersihan diri dan cara berpakaian, personal grooming juga mencakup bagaimana pembawaan diri dan bahasa tubuh seseorang. Personal grooming tidak hanya penting untuk dunia profesional saja, tetapi juga untuk dipahami dan diterapkan oleh para pemimpin terutama di era-era pemilihan pemimpin.
Tahun 2024 merupakan tahun dimana adanya pemilihan kepala negara maupun pemilihan Kepala Daerah, dimana moment tersebut merupakan momen penting dalam dinamika politik lokal di Indonesia.
Di era ini, tantangan dan peluang baru hadir bagi para pemimpin yang ingin meningkatkan kualitas dalam kepemimpinannya. Dengan banyaknya jumlah bakal calon di setiap daerah di seluruh provinsi sangat membutuhkan lebih dari kemampuan (ability) dan ketrampilan (skill) untuk menarik hati para pemilih.
Dalam hal pemilihan yang akan mendatang ada hal penting yang juga mampu menunjang kepemimpinan yakni personal grooming.
Menelisik dari bahasan diatas kita akan memahami apa makna dari personal grooming , untuk lebih memahaminya makna personal grooming yakni merupakan penampilan diri secara keseluruhan.
Penampilan diri mencerminkan kepribadian seseorang serta akan selalu meninggalkan kesan. Dari kepribadian tersebut pula, karakter diri dapat terbentuk dan akan memberikan kesan untuk orang lain. Ia tidak hanya fokus kepada penampilan yang terlihat oleh mata saja, aspek lain seperti etika, pengetahuan, bahkan mindset juga menjadi bagian dari personal grooming.
Personal grooming tidak sekedar ‘menunjukkan’ penampilan diri ke orang lain, melainkan bagaimana cara untuk menghargai diri sendiri dengan mengetahui value yang ada di dalam diri serta menyesuaikannya ketika bertemu dengan orang lain.
Ketika seseorang sudah menerapkan personal grooming, tentu Ia telah berusaha untuk mencintai dan menghargai diri sendiri. Jika diterapkan, personal grooming dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang yang kemudian dapat membangun personal branding.
Seorang pemimpin yang mempunyai personal grooming yang baik tidak hanya menunjukkan kesan yang profesional dan terawat, tetapi juga mempengaruhi persepsi orang lain terhadap kepercayaan dirinya, keandalannya, dan kemampuannya untuk memimpin. Pengetahuan dan penerapan personal grooming menjadi penting untuk mencapai kesuksesan, kepercayaan diri, dan mendapat pekerjaan yang layak.
Personal Grooming memegang peranan yang penting dalam cara pemimpin yang akan dipersepsikan oleh tim dan rekan-rekannya. Seorang pemimpin yang memperhatikan perawatan diri memancarkan rasa percaya diri dan akan menjadi contoh positif bagi orang lain.
Ketika seorang pemimpin memperhatikan hal-hal kecil seperti perawatan diri, hal itu menunjukkan bahwa ia peduli dengan citranya dan berkomitmen untuk menampilkan diri sebaik mungkin
Penampilan diri yang baik dan menarik, selain harus didukung oleh penampilan luar, juga harus didukung dari dalam diri. Untuk menjadi seseorang yang menarik tidak harus cantik atau tampan.
Dengan menonjolkan kelebihan yang ada dalam diri seseorang, dapat menjadikan seseorang terlihat menarik. Saat ini dalam dunia kerja terutama dalam bidang pelayanan, pekerjaan yang menuntut kita untuk sering bertemu dengan orang lain, sangat penting untuk melakukan penerapan grooming.
Dalam penerapan grooming, kita harus memperhatikan hal-hal antara lain cara berpakaian, penataan rambut atau hijab,cara berdandan, kebersihan diri (badan, wajah, rambut, kuku, gigi, mulut, kulit),aroma tubuh, cara berjalan, cara bicara, cara makan dan minum,cara berkenalan, cara tersenyum dan menatap mata cara bersikap (memposisikan diri), saat berdiri atau pun duduk dan yan tidak kalah penting yaitu kepercayaan diri.
Pemimpin yang mengutamakan kerapian diri cenderung lebih dihormati dan diberi wewenang oleh anggota timnya. Pemimpin yang berpenampilan rapi dianggap sebagai seseorang yang memperhatikan detail, teratur, dan menganggap serius tanggung jawabnya.
Sebaliknya, pemimpin yang mengabaikan kerapian diri mungkin dianggap ceroboh, tidak profesional, dan kurang disiplin. Ketika seorang pemimpin meluangkan waktu untuk merawat diri dengan baik, itu menunjukkan bahwa mereka memiliki rasa harga diri dan menghargai kesejahteraan mereka sendiri. Keyakinan diri ini menular dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kepercayaan pada orang lain.
Kepemimpinan yang efektif dibangun atas hubungan yang kuat, dan perawatan diri dapat memainkan peran penting dalam membina hubungan positif dengan orang lain. Pemimpin yang berpenampilan baik cenderung memberikan kesan pertama yang baik, yang dapat membuka jalan bagi interaksi dan kolaborasi yang bermakna.
Dengan menunjukkan rasa hormat terhadap diri sendiri melalui perawatan diri, para pemimpin menyiapkan panggung bagi hubungan yang saling menghormati dan produktif dengan anggota tim mereka.
Hal ini sesuai yang di utarakan oleh tokoh psikologi Carl Jung, psikolog asal Swiis yang lahir tahun 1875 menyoroti peran arketipe dan simbolisme dalam membentuk citra dan kehadiran seseorang.
Bagi para pemimpin, penampilan bukan sekadar masalah yang dangkal, tetapi sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai dan keyakinan batin mereka kepada dunia. Jung percaya bahwa pemimpin yang berpenampilan baik memancarkan rasa percaya diri dan keaslian, menumbuhkan rasa percaya dan hubungan dengan para pengikutnya.
Wawasan yang diberikan oleh para psikolog dapat kita pahami bahwa pemimpin yang memprioritaskan pengembangan pribadi menunjukkan komitmen untuk meningkatkan diri dan menyampaikan rasa keaslian dan kredibilitas kepada para pengikutnya.
Dengan mengintegrasikan pengembangan pribadi ke dalam perjalanan pengembangan kepemimpinan mereka, individu dapat meningkatkan pengaruh mereka dan meninggalkan kesan abadi pada orang-orang yang mereka pimpin.
Dengan menginvestasikan waktu dan upaya dalam perawatan diri, para pemimpin dapat meningkatkan efektivitas mereka, membangun hubungan yang lebih kuat, dan menumbuhkan rasa percaya dan rasa hormat di antara rekan-rekan mereka.
Pemimpin yang menyadari pentingnya perawatan diri lebih siap untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain. Dengan mewujudkan profesionalisme dan perhatian terhadap detail dalam kebiasaan perawatan diri, para pemimpin memberikan contoh positif bagi anggota tim mereka.
Selain itu, perawatan diri berkontribusi pada rasa percaya diri dan pemberdayaan secara keseluruhan, yang memungkinkan para pemimpin untuk menghadapi tantangan dengan anggun dan tenang.
Setelah memahami penjelasan di atas, kita mampu untu lebih mengupgrade diri dengan belajar dan menerapkan personal grooming. Agar kehidupan kita semakin baik untuk kedepannya, untuk diri kita sendiri, teman dan keluarga yang dicintai terlebih untuk para pemimpin diharapkan mampu mengintegrasikan pengembangan pribadi ke dalam perjalanan pengembangan kepemimpinan mereka, individu dapat meningkatkan pengaruh mereka dan meninggalkan kesan abadi pada orang-orang yang mereka pimpin.***
