Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramadan dan Mustajabnya Doa

R
Wakil Ketua DPRD Trenggalek Anggota Fraksi PKS , Subadianto.
Wakil Ketua DPRD Trenggalek Anggota Fraksi PKS , Subadianto.

Ramadan adalah wahana untuk melatih kita supaya kita berada di tingkatan menjaga diri dari yang haram dan yang syubhat.


Advertisement

Kita berkomitmen hanya kepada yang halal dalam konsumsi-konsumsi kita. 

Ini salah satu target Ramadhan yang paling penting yang harus kita ambil yaitu menjadi seseorang yang menjaga dirinya dari yang haram dan yang syubhat. 

Allah memerintahkan puasa erat hubungannya dengan urusan perut yang kaitannya sangat dekat dengan kemesraan kita dengan Allah SWT.

Advertisement

Rasulullah SAW menawarkan kepada Sa’ad bin Abi Waqqash, “Mintalah wahai Sa’ad, aku akan mintakan untukmu kepada Allah, aku akan doakan untukmu kepada Allah”.  

Sa’ad bin Abi Waqqash mengatakan: “Doakanlah Ya Rasulullah agar semua doaku mustajabah”, maka Nabi SAW mengatakan kepadanya, “Bantulah aku wahai Sa’ad dengan memperbaiki makananmu”.

Apa hubungannya makanan ini dengan doa? Rasulullah SAW pernah menjelaskan ketika membacakan ayat untuk para nabi dan juga ayat untuk semua manusia.

Advertisement

“Ya ayyuhan naas, kuluu min ma razaqnaakum halaalan thoyyibaa, (“Wahai sekalian manusia, makanlah dari apa yang Aku anugerahkan sebagai rezeki bagi kalian dengan cara yang halal dan juga thoyyib”).

Nabi SAW menceritakan ada seseorang dalam keadaan Safar, berpuasa dan terzholimi karena baru saja dirampok di tengah perjalanannya di padang pasir.

Dia mengangkat tangannya mengatakan “Ya Rabbii Ya Rabbii Ya Rabbii“.

Tapi, Nabi SAW berkomentar, “Bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan sementara dia memakan yang haram, sementara pakaiannya dari barang yang haram”.

Safar, puasa, dan terzolimi itu salah satu pintu mustajabnya doa.

Tidak ada batas dan tidak ada hijab antara dia dengan Allah SWT,  tapi semuanya batal diijabah oleh Allah.

Jadi, bahaya barang haram ini bukan cuma ketika dia tumbuh lalu menjadikan di situ api neraka lebih berhak baginya seperti yang dikatakan sayyidina Abu Bakar Ash-Shidiq ra, tetapi juga bahkan dia berbahaya sejak mula, karena adanya barang haram di dalam tubuh kita ini menghalangi kemesraan  dan doa kita dengan Allah SWT.(SF)

Advertisement

Artikel Terkait

Sup Kaledo Jadi Menu Buka Puasa di Palu, Kaki Sapi Dimasak hingga 3 Jam

Sup Kaledo Jadi Menu Buka Puasa di Palu, Kaki Sapi Dimasak hingga 3 Jam

Sup Kaledo khas Palu cocok jadi menu berbuka. Kaki sapi dimasak 2-3 jam hingga empuk dengan kuah asam pedas.

Menimbang Maslahat di Piring Rakyat (1): Landasan Ushuliyah Program Makan Bergizi Gratis

Menimbang Maslahat di Piring Rakyat (1): Landasan Ushuliyah Program Makan Bergizi Gratis

Legitimasi syariah atas sebuah kebijakan tidak lantas membebaskannya dari kritik. Justru di titik inilah berpikir kritis menemukan maknanya yang sesungguhnya.

Momentum Asyura

Momentum Asyura

Hari Asyura dikenal pula dengan “syahr al-anbiya” yang artinya bulan milik para Nabi/Rasul.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer