Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buruk Preman, Cermin Dipecah

S
Penulis: Soenarwoto❯
Kasus kematian pedagang cermin di Pejompongan memicu polemik. GRIB Jaya membantah tudingan, sementara publik mendesak polisi mengungkap pelaku.(Ilustrasi AI)
Kasus kematian pedagang cermin di Pejompongan memicu polemik. GRIB Jaya membantah tudingan, sementara publik mendesak polisi mengungkap pelaku.(Ilustrasi AI)

Advertisement

HAMPIR sepekan kematian Bambang Setiawan, pedagang cermin di Pejompongan, Jakarta Pusat, terus menghiasi pemberitaan di semua media massa dan medsos. Ramai.

Apalagi, kematian pedagang cermin itu diduga dibunuh oleh segerombolan orang yang berafiliasi dengan GRIB Jaya, ormas yang dipimpin Hercules.

Tudingan ini punya dasar. Sore menjelang malam (27/8) itu, ketika sebagian masa demonstrasi "Perampasan Aset Koruptor dan Hukum Mati Koruptor" masih belum bubar, datanglah puluhan atau bahkan ratusan anggota GRIB Jaya.

Advertisement

Mereka datang dengan membawa penthungan kayu dan bambu. Lalu, mereka mengusir para pendemo untuk cepat pulang atau membubarkan diri.

Selain mengusir dengan kasar, anggota ormas itu pun beringas memukuli orang yang dianggap membandel dan melawan.

Tak sedikit pendemo lari tunggang langgang; ketakutan. Bersamaan itu terlihat Hercules datang di sekitar lokasi kejadian. Saat itu pula kemudian diketahui Bambang Setiawan terbunuh. 

Advertisement

Pedagang cermin itu konon berusaha melawan sebelum terbunuh. Maka dengan cepat banyak pihak mengatakan, kematian pedagang cermin itu dibunuh oleh anggota GRIB Jaya.

Banyak nitizen di medsos berkomentar; buruk preman, pedagang cermin "dibunuh". Malah banyak warga minta GRIB Jaya dibubarkan, karena acap "bikin onar".

 

Mendapat tudingan itu dengan cepat Sekjen GRIB Jaya, H. Zulfikar melakukan konferensi pers; membantah.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer