
Dari 36 Siswa, Ribuan Aksi Kepedulian, hingga Ekoteologi: Perjalanan KCL Malvanis Menghidupkan Pendidikan Lingkungan di MTsN 3 Tulungagung
Oleh: Agus Wibowo, M.Pd.
Berawal dari kecintaan seorang guru terhadap olahraga dan pendakian gunung, Kelompok Cinta Lingkungan Malvanis tumbuh menjadi gerakan pendidikan ekologis. Dari 36 siswa perintis, kini Malvanis mengembangkan konservasi, ketahanan pangan, dan kelas Ekoteologi.
Pengalaman mendaki gunung semasa kuliah mengajarkan Agus Wibowo tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap alam. Sejak mengabdi di MTsN 3 Tulungagung pada 2005, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan ini bercita-cita mengenalkan kecintaan terhadap lingkungan kepada generasi muda.
Gagasan tersebut semakin kuat ketika ia mendapat amanah sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum pada 2014. Berbagai program pengembangan bakat siswa berhasil melahirkan prestasi akademik, olahraga, seni, dan tahfiz. Namun, Agus meyakini bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan siswa berprestasi. Pendidikan juga harus menumbuhkan kepedulian.
Bersama Eko Yulianto, Lutfi Anwar, Fatkhurrohman Efendi, Anang Haryono, dan Anang Ramli, ia merintis Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Malvanis. Bermula dari 36 siswa, kegiatan ini resmi menjadi ekstrakurikuler pada 2018.
Melalui Diklat I pada 2019, anggota Malvanis mulai mengenal keterampilan kepecintaalaman dan praktik menjaga lingkungan. Mereka belajar mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan, serta menghormati alam.
Kegiatan berkembang hingga penanaman sekitar 700–1.000 pohon di berbagai lokasi, seperti Pantai Nglinci, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, dan kawasan Hutan Kandung. Anggota juga mengikuti aksi bersih sungai serta membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat Kalidawir.
Bagi Agus, kepedulian lingkungan harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Mencintai alam berarti menghargai kehidupan dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan sesama.
Malvanis terus berkembang melalui kegiatan trail and run, konservasi, dan ketahanan pangan. Madrasah mengembangkan green house dan lahan budidaya seluas 1.250 meter persegi.



