Radar Tulungagung - Udang merupakan salah satu bahan masakan laut yang digemari banyak orang karena rasanya yang lezat dan serbaguna. Namun, tahukah Anda bahwa bentuk tubuh udang bisa menjadi indikator kesegarannya? Ketika memilih udang, banyak orang hanya fokus pada warna atau bau, padahal bentuk udang apakah lurus atau melengkung juga punya makna tersendiri. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Udang Lurus Pertanda Sudah Tidak Segar?
Udang yang tampak lurus atau kaku justru bisa menjadi pertanda bahwa udang tersebut sudah tidak segar lagi. Umumnya, udang yang sudah mengalami pembekuan berulang atau terlalu lama disimpan akan kehilangan elastisitas ototnya. Inilah yang menyebabkan tubuhnya menjadi lurus saat dicairkan. Selain itu, udang yang sudah dimasak pun akan tampak lebih lurus dan keras.
Ciri khas udang tidak segar:
Warna pucat atau keabu-abuan.
Tekstur daging lembek.
Bau amis yang menyengat.
Tubuh cenderung lurus dan kaku.
2. Udang Melengkung Tanda Udang Segar
Sebaliknya, udang yang segar biasanya memiliki bentuk tubuh yang sedikit melengkung secara alami. Ini terjadi karena otot-otot udang masih dalam kondisi baik dan tidak kaku. Udang segar juga memiliki tekstur yang kenyal, warna yang cerah (baik itu merah muda, biru, atau abu-abu, tergantung jenisnya), dan aroma laut yang segar.
Ciri khas udang segar:
Tubuh sedikit melengkung.
Cangkang mengilap dan utuh.
Mata masih utuh dan jernih.
Bau segar seperti air laut.
Saat memilih udang di pasar atau supermarket, jangan hanya melihat ukuran dan harga saja. Perhatikan juga bentuk tubuhnya. Udang yang masih segar umumnya berbentuk melengkung, sementara udang yang sudah lama atau tidak segar cenderung lurus. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa mendapatkan bahan masakan terbaik untuk sajian seafood favorit Anda.
Editor : Yoga Dany Damara