MADIUN – Bogowonto Culinary Center (BCC) menawarkan pengalaman makan berbeda bagi siapa saja yang berkunjung ke Kota Madiun.
Tempat makan unik di Madiun ini mengusung konsep ruang makan di dalam gerbong kereta api bekas.
Beroperasi sejak akhir 2022, Bogowonto Culinary Center berdiri di bekas jalur rel yang menghubungkan Madiun dan Ponorogo.
Kawasan kuliner ini membentang dari Jalan Bogowonto hingga Jalan H.A. Salim.
Pemanfaatan jalur kereta api tua ini menghadirkan suasana yang tidak biasa bagi para pengunjung.
Sebanyak 25 gerbong kereta api bekas dari armada KA Prameks dan KA Batang dimodifikasi menjadi ruang makan.
Setiap gerbong mampu menampung 20 sampai 25 orang.
Penataan interior dibuat nyaman. Namun, masih menjaga kesan klasik dan nuansa kereta api yang menjadi ciri khas BCC.
Bogowonto Culinary Center tidak hanya unik secara konsep, tetapi juga kaya akan pilihan kuliner khas Madiun.
Puluhan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjalankan lapak makanannya di sini setelah melalui proses seleksi ketat.
Menu yang tersedia beragam. Mulai dari nasi pecel Madiun yang terkenal dengan bumbu kacang gurih dan pedas, soto Madiun dengan kaldu kaya rasa, sego sambel, dan nasi bistik yang gurih manis.
Selain makanan berat, di sini juga terdapat aneka jajanan ringan dan minuman tradisional.
Pengunjung dapat menikmati ketan susu, putu, tahu telur, es tradisional, kopi lokal, hingga hidangan kekinian seperti steak.
Ragam makanan dengan harga terjangkau mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000 menjadikan Bogowonto Culinary Center sebagai pilihan yang ramah di kantong.
Bogowonto Culinary Center beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.
Waktu operasional ini memungkinkan pengunjung menikmati suasana malam yang hangat dengan pencahayaan lampu yang menyelimuti gerbong-gerbong kereta.
Tempat makan unik ini juga menjadi lokasi favorit untuk berkumpul dan berswafoto.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Madiun, Bogowonto Culinary Center wajib dimasukkan ke dalam daftar destinasi kuliner.
Konsep gerbong kereta di sini dimanfaatkan secara kreatif membuat pengalaman bersantap bakal berbeda, unik, dan lebih berkesan dibandingkan tempat kuliner lain. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah