RADAR TULUNGAGUNG - Kue putu adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang masih eksis hingga kini.
Suara khas “tuuut… tuuut” dari panci bambu yang mengepul sering kali membangkitkan nostalgia masa kecil.
Tak heran jika kue putu dikenal sebagai makanan legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan tetap digemari oleh berbagai generasi.
Kue putu dipercaya berasal dari Tiongkok dengan nama "putu" yang berarti nasi kukus.
Namun, di Indonesia, kue ini berkembang dengan cita rasa khas Nusantara.
Dibuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah, lalu dimasak dalam cetakan bambu, kue putu menjadi simbol kesederhanaan sekaligus kelezatan tradisional.
Kue putu memiliki ciri yang sangat mudah dikenali:
- Aroma bambu kukus yang harum dan menggoda.
- Isian gula merah yang lumer ketika digigit.
- Taburan kelapa parut yang menambah cita rasa gurih.
- Suara peluit kukus yang menjadi tanda pedagang putu datang.
Kombinasi tekstur lembut, rasa manis, dan aroma harum inilah yang membuat kue putu tetap dicari meskipun banyak jajanan modern bermunculan.
Filosofi dan Nilai Budaya
Kue putu bukan sekadar jajanan, tetapi juga memiliki filosofi.
Isian gula merah yang tersembunyi di dalam tepung putih melambangkan bahwa kebaikan sejati ada di dalam hati, bukan dari penampilan luar.
Tak heran kue ini sering dijadikan simbol kesederhanaan dan keikhlasan dalam budaya masyarakat.
Kenapa Kue Putu Disebut Makanan Legendaris?
1. Bertahan lintas generasi – dari kakek-nenek hingga anak muda sekarang.
2. Identik dengan nostalgia – suara dan aromanya selalu membawa kenangan masa kecil.
3. Jajanan merakyat – harganya terjangkau dan bisa dinikmati semua kalangan.
4. Kaya nilai budaya – menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia.
Saat ini, kue putu tidak hanya dijual secara tradisional, tetapi juga hadir dengan variasi modern seperti putu warna-warni, putu mini, hingga putu dengan topping keju atau cokelat.
Meski begitu, cita rasa klasik dengan gula merah tetap menjadi favorit utama.
Kue putu adalah makanan legendaris Indonesia yang tidak lekang oleh waktu.
Rasanya yang manis, aromanya yang khas, dan kenangan yang dibawanya membuat kue ini selalu istimewa.
Jadi, jika Anda mendengar suara khas pedagang kue putu malam hari, jangan ragu untuk membeli dan bernostalgia dengan jajanan tradisional penuh makna ini.***
Editor : Vidya Sajar Fitri