JAKARTA - Rentetan bencana alam kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, kebakaran rumah di Jambi, angin ribut di Pangandaran, banjir bandang di Pati, hingga longsor di kawasan wisata Muria, Kudus. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem dan aktivitas alam yang masih berpotensi terjadi.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran. Awan panas tercatat meluncur sejauh 5.000 meter dengan durasi 19 menit 52 detik. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru hingga kini masih fluktuatif dan berpotensi terjadi erupsi susulan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Meski demikian, hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban dari kalangan penambang.
“Untuk dampak sementara, alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua berjalan aman dan terkendali,” ujar petugas BPBD Lumajang.
Kebakaran Maut di Muaro Jambi
Sementara itu, musibah kebakaran menelan korban jiwa di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Dua unit rumah di RT 33 Desa Kasang Pudak hangus dilalap api. Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan tewas terbakar, sementara satu korban lainnya mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dokter Berata.
Selain rumah, satu unit mobil, sepeda motor, serta kandang ternak beserta seekor kambing turut terbakar. Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama hampir dua jam untuk menjinakkan api. Total kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Angin Ribut Rusak Rumah Warga Pangandaran
Di Jawa Barat, angin ribut disertai hujan deras menerjang wilayah Pangandaran pada Sabtu siang. Peristiwa yang terjadi secara mendadak ini membuat warga panik. Hembusan angin kencang merusak sejumlah rumah warga di Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya.
Dua rumah dilaporkan rusak parah, bahkan satu rumah ambruk hingga rata dengan tanah. Selain itu, dua tiang listrik roboh dan sebuah gardu listrik di depan SMA Negeri 1 Mangunjaya ikut tumbang, menyebabkan kabel listrik semrawut dan membahayakan warga.
Pasca kejadian, relawan Tagana, aparat TNI-Polri, pemerintah desa, serta warga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan deras dan angin kencang masih berpeluang terjadi.
Banjir Bandang Terjang Pati
Bencana banjir bandang juga menerjang Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hujan deras dengan intensitas tinggi di kawasan lereng Pegunungan Muria menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga menjebol tanggul sepanjang sekitar 20 meter.
Akibatnya, 10 hingga 15 rumah warga rusak parah dan sebagian hanyut terbawa arus. Sementara itu, sekitar 150 hingga 200 rumah lainnya terendam lumpur setinggi 10 hingga 20 sentimeter. Banjir datang secara tiba-tiba sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
Selain merusak rumah, banjir bandang juga memutus akses jalan desa dan mengganggu aktivitas warga. Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai, dan kebutuhan dasar lainnya.
Longsor di Jalur Wisata Muria Kudus
Masih di Jawa Tengah, longsor terjadi di jalur wisata Colo Muria, Kabupaten Kudus. Jalan provinsi menuju makam Sunan Muria longsor sepanjang 50 meter dengan lebar enam meter setelah diguyur hujan lebat. Akibatnya, dua mobil terperosok ke jurang sedalam 20 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tiga penumpang minibus berhasil selamat. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kapolres Kudus meninjau langsung lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan lanjutan. Untuk sementara, jalur menuju puncak Muria dialihkan melalui jalur timur
Editor : Natasha Eka Safrina