Immanuel Ebenezer Bantah Pemerasan, Sebut Uang Mengalir ke Menteri Bukan Dirinya

JAKARTA - Selasa, 18 Agustus 2026 - Immanuel Ebenezer kembali membantah tudingan pemerasan dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dalam sidang terbaru, ia menyebut fakta persidangan justru menunjukkan uang yang dipersoalkan mengalir kepada Menteri, bukan dirinya maupun Wakil Menteri.
Immanuel Ebenezer menilai keterangan saksi Rumondang dan jaksa penuntut umum (JPU) semakin memperjelas perkara tersebut. Ia menegaskan tidak pernah memeras pengusaha selama menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Menurut Immanuel Ebenezer, tudingan pemerasan yang selama ini diarahkan kepadanya mulai terbantahkan dalam persidangan. Ia juga mengeklaim tidak pernah melakukan pungutan liar (pungli) atau merugikan negara.
Klaim Uang Mengalir ke Menteri
Immanuel mengatakan fakta persidangan menjadi semakin mengerucut setelah keterangan saksi dan penyampaian JPU. Ia menyebut uang yang menjadi persoalan dalam perkara tersebut disebut mengalir kepada Menteri.
"Uang tersebut mengalir ke Bu Menteri bukan ke Pak Menteri dan ke Pak Wamen," kata Immanuel.
Ia kemudian menegaskan dirinya tidak menerima uang tersebut. Immanuel juga menyebut Menteri Ketenagakerjaan sebagai sosok yang bekerja dan memiliki komitmen terhadap tugasnya.
Baca Juga: Pasca OTT, KPK Dorong Pemkab Tulungagung Perbaiki Tata Kelola, Skor SPI 2025 Masih Rentan
Pernyataan tersebut disampaikan Immanuel ketika memberikan keterangan seusai mengikuti persidangan. Ia menilai proses pembuktian di pengadilan justru menunjukkan fakta yang berbeda dari narasi yang selama ini berkembang.
Bantah Pernah Memeras Pengusaha
Immanuel juga membantah melakukan pemerasan terhadap pengusaha. Menurut dia, tidak ada satu pun pengusaha yang pernah diperas olehnya ketika menjalankan tugas sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Ia bahkan menyebut tudingan pemerasan telah terbantahkan oleh keterangan para saksi maupun JPU selama persidangan berlangsung.
"Saya sebagai wakil menteri tenaga kerja tidak pernah melakukan pemerasan," ujarnya.



