Layanan TASPEN Terus Didorong Digital, Tapi 65 Persen Klaim Masih Manual

JAKARTA - Layanan TASPEN terus dikembangkan untuk memudahkan peserta, terutama pensiunan ASN. Namun, transformasi digital yang dilakukan perusahaan belum sepenuhnya mengubah kebiasaan peserta. Dalam paparan kepada Komisi XI DPR RI, TASPEN mengungkap sebagian besar pengajuan klaim pensiun masih dilakukan secara manual.
Dalam pemaparan tersebut, TASPEN menyebut sekitar 65 persen pengajuan klaim pensiun masih menggunakan mekanisme manual. Sementara itu, baru sekitar 35 persen peserta yang memanfaatkan pengajuan klaim secara digital.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan layanan TASPEN. Perusahaan harus tetap mempertahankan layanan tatap muka karena masih banyak peserta yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
TASPEN sendiri memiliki jaringan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam paparan tersebut disebutkan terdapat 57 kantor cabang, sekitar 17.000 titik layanan dan 44 mitra bayar.
Data terbaru TASPEN pada September 2026 juga menunjukkan jaringan perusahaan tetap mencakup 57 kantor cabang. Saat ini TASPEN melayani 9,13 juta peserta, terdiri atas 5,85 juta peserta aktif dan 3,28 juta peserta pensiun. Jaringan tersebut didukung 46 mitra bayar dan lebih dari 16 ribu titik layanan.
Autentikasi Digital Belum Dominan
Selain pengajuan klaim, penggunaan autentikasi digital juga menjadi perhatian. Dalam paparan yang disampaikan, baru sekitar 58 persen peserta pensiun yang memanfaatkan autentikasi secara digital.
Artinya, sekitar 42 persen lainnya masih menggunakan mekanisme manual. Peserta yang belum terbiasa dengan teknologi menjadi salah satu alasan layanan manual masih dibutuhkan.
TASPEN sebelumnya juga mengingatkan peserta pensiun agar melakukan autentikasi secara rutin pada awal bulan sebelum tanggal 15. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan manfaat pensiun dapat diterima secara lancar, tepat waktu dan berkelanjutan.
Bagi peserta yang mengalami kendala teknologi, TASPEN tetap menyediakan layanan melalui kantor cabang dan mitra bayar. Bahkan, dalam paparan tersebut dijelaskan adanya layanan kunjungan kepada peserta yang belum melakukan autentikasi selama tiga bulan berturut-turut.
Kunjungan tersebut juga digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi penerima manfaat, termasuk memastikan status penerima pensiun janda atau duda masih memenuhi ketentuan.



