TPG Tidak Valid dan SKTP Belum Terbit? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dicek Guru

JAKARTA - Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum valid atau Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) belum terbit dapat disebabkan sejumlah persoalan pada data guru. Mulai dari sinkronisasi Dapodik yang terlambat hingga jumlah jam mengajar yang tidak memenuhi ketentuan 24 jam pelajaran (JP) linier.
Informasi mengenai tujuh penyebab TPG tidak valid tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Natalius Nata. Dalam penjelasannya, kondisi data yang belum valid biasanya terlihat dari tampilan yang masih berwarna kuning.
Guru yang mengalami kondisi tersebut dapat mengecek sejumlah komponen data. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses sinkronisasi Dapodik oleh operator sekolah.
Baca Juga: TPG September 2026 Mulai Dipantau, Info GTK Maintenance dan Pencairan Masih Berjalan
Sinkronisasi Dapodik Jadi Salah Satu Penentu
Penyebab pertama adalah operator Dapodik sekolah belum melakukan sinkronisasi data pada semester berjalan. Jika sinkronisasi belum dilakukan, data yang digunakan sistem masih berasal dari semester sebelumnya sehingga proses validasi belum dapat berjalan.
Guru disarankan berkoordinasi dengan operator Dapodik untuk memastikan data sudah diinput dan disinkronisasikan.
Penyebab kedua masih berkaitan dengan sinkronisasi. Kali ini, persoalannya adalah operator terlambat melakukan sinkronisasi Dapodik.
Kondisi tersebut bisa terjadi meski guru sebenarnya sudah memenuhi 24 JP linier atau bahkan lebih. Namun, keterlambatan sinkronisasi dapat membuat data guru belum masuk dalam gelombang validasi awal.
Tanggal sinkronisasi terakhir dapat dilihat pada bagian pembaruan data. Data pembagian jam mengajar juga menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut.
Penyebab ketiga adalah jumlah jam mengajar yang tidak mencapai 24 JP linier. Dalam contoh yang dibahas, seorang guru memiliki 23 JP linier meski sudah ditambah dengan tugas tambahan. Kekurangan satu JP tetap membuat persyaratan belum terpenuhi.
Penyebab keempat berkaitan dengan kondisi sekolah yang memiliki sedikit rombongan belajar atau rombel. Sekolah dengan jumlah rombel terbatas membuat jam mengajar yang tersedia bagi guru juga terbatas.



