Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TPG Tidak Valid dan SKTP Belum Terbit? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dicek Guru

M
TPG tidak valid atau SKTP belum terbit? Ada tujuh penyebab yang perlu dicek, mulai dari Dapodik hingga 24 JP linier. (Gemini AI)
TPG tidak valid atau SKTP belum terbit? Ada tujuh penyebab yang perlu dicek, mulai dari Dapodik hingga 24 JP linier. (Gemini AI)

Advertisement

JAKARTA - Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang belum valid atau Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) belum terbit dapat disebabkan sejumlah persoalan pada data guru. Mulai dari sinkronisasi Dapodik yang terlambat hingga jumlah jam mengajar yang tidak memenuhi ketentuan 24 jam pelajaran (JP) linier.

Informasi mengenai tujuh penyebab TPG tidak valid tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Natalius Nata. Dalam penjelasannya, kondisi data yang belum valid biasanya terlihat dari tampilan yang masih berwarna kuning.

Guru yang mengalami kondisi tersebut dapat mengecek sejumlah komponen data. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses sinkronisasi Dapodik oleh operator sekolah.

Sinkronisasi Dapodik Jadi Salah Satu Penentu

Penyebab pertama adalah operator Dapodik sekolah belum melakukan sinkronisasi data pada semester berjalan. Jika sinkronisasi belum dilakukan, data yang digunakan sistem masih berasal dari semester sebelumnya sehingga proses validasi belum dapat berjalan.

Advertisement

Guru disarankan berkoordinasi dengan operator Dapodik untuk memastikan data sudah diinput dan disinkronisasikan.

Penyebab kedua masih berkaitan dengan sinkronisasi. Kali ini, persoalannya adalah operator terlambat melakukan sinkronisasi Dapodik.

Kondisi tersebut bisa terjadi meski guru sebenarnya sudah memenuhi 24 JP linier atau bahkan lebih. Namun, keterlambatan sinkronisasi dapat membuat data guru belum masuk dalam gelombang validasi awal.

Tanggal sinkronisasi terakhir dapat dilihat pada bagian pembaruan data. Data pembagian jam mengajar juga menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut.

Penyebab ketiga adalah jumlah jam mengajar yang tidak mencapai 24 JP linier. Dalam contoh yang dibahas, seorang guru memiliki 23 JP linier meski sudah ditambah dengan tugas tambahan. Kekurangan satu JP tetap membuat persyaratan belum terpenuhi.

Penyebab keempat berkaitan dengan kondisi sekolah yang memiliki sedikit rombongan belajar atau rombel. Sekolah dengan jumlah rombel terbatas membuat jam mengajar yang tersedia bagi guru juga terbatas.

Advertisement
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Zona Guru

Artikel Terkait

TPG Oktober 2026 Diprediksi Cair Akhir Bulan, Simak Jadwal dan Fakta THR 100 Persen

TPG Oktober 2026 Diprediksi Cair Akhir Bulan, Simak Jadwal dan Fakta THR 100 Persen

TPG Oktober 2026 diprediksi cair akhir bulan. Simak tahapan SKTP dan fakta pencairan THR 100 persen.

TPG Oktober 2026 Belum Cair ? Cek Info GTK dan 5 Syarat Penting Ini !

TPG Oktober 2026 Belum Cair ? Cek Info GTK dan 5 Syarat Penting Ini !

TPG Oktober 2026 belum cair? Cek Info GTK, status SKTP, dan 5 syarat penting untuk menelusuri kendala.

TPG Oktober 2026: Cek Jadwal SKTP dan Pencairan, Guru Wajib Tahu !

TPG Oktober 2026: Cek Jadwal SKTP dan Pencairan, Guru Wajib Tahu !

TPG Oktober 2026: cek jadwal SKTP, validasi Info GTK, dan syarat pencairan agar guru tak melewatkan tahapan penting.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer