Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rekam Jejak Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Bapak Pramuka Indonesia yang Satukan Gerakan Kepanduan

Betty Khasandra Pujayanti • Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Jelang peringatan Hari Pramuka, rekam jejak Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Bapak Pramuka Indonesia, kembali dikenang.
Jelang peringatan Hari Pramuka, rekam jejak Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Bapak Pramuka Indonesia, kembali dikenang.

RADAR TULUNGAGUNG - 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Indonesia, momentum untuk mengenang jasa besar Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Bapak Pramuka Indonesia ini lahir di Yogyakarta pada 12 April 1912 dengan nama Gusti Raden Mas Dorojatun.

Sejak masa muda, Bapak Pramuka aktif dalam kepanduan dan kelak menjadi tokoh pemersatu gerakan pramuka nasional.

Pendidikan dasarnya ditempuh di Hollands Inlandse School (HIS) Yogyakarta, lalu MULO Semarang, dan AMS Bandung.

Hamengkubuwono IX kemudian melanjutkan studi di Universiteit Leiden, Belanda, dan akrab dijuluki Sultan Henkie oleh rekan-rekannya.

Ia dinobatkan menjadi Sultan Yogyakarta pada 18 Maret 1940, menggantikan ayahandanya dengan gelar resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Perannya kian menonjol ketika Presiden Soekarno mengajaknya membentuk satu wadah resmi yang mempersatukan organisasi kepanduan.

Pada 9 Maret 1961, Hamengkubuwono IX bersama tokoh lainnya membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka.

Upaya ini melahirkan Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961 tentang pendirian Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961.

Nama Pramuka diambil dari kata Poromuko yang berarti prajurit terdepan, juga singkatan Praja Muda Karana”.

Hamengkubuwono IX kemudian ditunjuk sebagai Ketua Kwartir Nasional selama empat periode berturut-turut dari 1961 hingga 1974.

Ia memperkenalkan Tri Satya Pramuka dan Dasa Dharma Pramuka yang hingga kini menjadi pedoman anggota pramuka seluruh Indonesia.

Berbagai kegiatan nasional seperti Perkemahan Satya Dharma 1964 dan Perkemahan Wirakarya 1968 digagas di masa kepemimpinannya.

Seragam pramuka ditetapkan berwarna coklat muda untuk atasan dan coklat tua untuk bawahan, melambangkan tanah dan air.

Kontribusinya diakui dunia, dibuktikan dengan penghargaan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement pada 1973.

Selain itu, Boy Scouts of America juga memberikan Silver World Award pada 1972 sebagai bentuk penghargaan internasional.

Di luar pramuka, Hamengkubuwono IX pernah menjabat Menteri, Wakil Presiden, dan tokoh penting yang menjaga status Yogyakarta sebagai daerah istimewa.

Beliau wafat pada 2 Oktober 1988 di Washington DC, Amerika Serikat, dan dimakamkan di Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Dedikasinya menjadikan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai teladan abadi bagi gerakan pramuka di Indonesia.

Editor : Dharaka R. Perdana
#Bapak Pramuka Indonesia #Boden Powell #hari pramuka #Sri Sultan Hamengku Buwono IX