TULUNGAGUNG – Mantan Menteri Perhubungan era Presiden Joko Widodo, Ignasius Jonan, mendatangi Istana Negara atas undangan Sekretaris Kabinet (Seskab).
Kehadiran Jonan di tengah isu hangat mengenai kelanjutan proyek kereta cepat Whoosh menarik perhatian publik.
Jonan sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan pemanggilan dirinya ke Istana.
Ia menegaskan hanya menerima undangan dari pihak Seskab tanpa membawa materi atau agenda khusus.
“Enggak tahu ya, saya diundang Pak Seskab saja. Mungkin cuma ngobrol saja, enggak ada yang khusus,” ujar Ignasius Jonan kepada wartawan di kompleks Istana Negara.
Pernyataan Jonan ini muncul di tengah perbincangan publik mengenai besarnya utang proyek kereta cepat Whoosh (KCIC) yang sedang menjadi sorotan pemerintah.
Meski begitu, Jonan menegaskan bahwa dirinya belum mengetahui apakah pertemuan tersebut berkaitan dengan restrukturisasi utang KCIC atau tidak.
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Dibahas Pemerintah
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, yang juga hadir di Istana, membenarkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan pembahasan restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh.
Baca Juga: Ignasius Jonan Bertemu Presiden Prabowo di Istana, Bahas Apa? Ini Penjelasannya
Menurut Bobby, proses koordinasi dengan Danantara, sebagai holding BUMN yang membawahi PT KAI, sudah dilakukan.
“Kami sudah melakukan pembahasan awal dengan Danantara. Dalam waktu dekat akan digelar rapat terbatas bersama pemerintah untuk membahas restrukturisasi utang KCIC,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah dan BUMN berkomitmen menyelesaikan persoalan keuangan proyek kereta cepat dengan cara yang transparan dan profesional.
“Intinya kami akan mendukung langkah pemerintah agar proyek strategis nasional ini tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
KCIC Tegaskan Siap Diperiksa KPK
Di sisi lain, isu dugaan penyimpangan dana dalam proyek kereta cepat Whoosh juga sempat mencuat setelah muncul laporan mengenai biaya pembangunan yang membengkak.
Menanggapi hal itu, pihak PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) memastikan bahwa perusahaan terbuka terhadap semua proses hukum.
Bobby Rasyidin menegaskan, KCIC akan bersikap kooperatif jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin melakukan penyelidikan atau meminta keterangan terkait proyek tersebut.
“Kami sangat mendukung langkah-langkah penegakan hukum. KCIC taat pada peraturan dan siap memberikan data apa pun yang dibutuhkan oleh KPK,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini seluruh tahapan administrasi proyek dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
“Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Semua laporan keuangan diaudit secara berkala,” lanjutnya.
Jonan: Hanya Datang untuk Diskusi Biasa
Menariknya, ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah dirinya diminta memberikan masukan soal utang kereta cepat Whoosh, Ignasius Jonan kembali menegaskan tidak ada agenda spesifik dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Guncang Riau! Ini Sosok Gubernur Abdul Wahid yang Ditangkap KPK dalam Operasi Senyap Jilid II
“Enggak ada pembahasan soal itu.
Saya cuma diundang saja, enggak bawa materi apa pun,” ucapnya singkat.
Jonan memang dikenal sebagai figur yang berpengalaman di bidang transportasi.
Selama menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI pada 2009–2014, ia berhasil melakukan reformasi besar-besaran yang membuat layanan kereta api jauh lebih modern dan efisien.
Karena rekam jejak tersebut, kehadiran Jonan di Istana kali ini memunculkan spekulasi bahwa pemerintah tengah meminta pandangan profesionalnya terkait pengelolaan proyek transportasi besar seperti kereta cepat Whoosh.
Namun hingga kini, baik pihak Istana maupun Kementerian BUMN belum memberikan keterangan resmi mengenai detail pembahasan dalam pertemuan itu.
Proyek Strategis Nasional yang Masih Jadi Sorotan
Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikerjakan oleh PT KCIC, konsorsium antara BUMN Indonesia dan perusahaan China Railway International.
Meski sudah beroperasi, proyek ini masih menghadapi tantangan dalam hal keuangan akibat pembengkakan biaya dan restrukturisasi utang yang belum rampung.
Pemerintah menargetkan, melalui pembahasan lanjutan dengan KAI, Danantara, dan Kementerian Keuangan, solusi konkret terhadap beban utang tersebut dapat segera ditemukan.
Meski masih belum ada kejelasan soal hasil pertemuan di Istana, publik berharap pembahasan ini dapat menghasilkan langkah nyata agar proyek kereta cepat Whoosh bisa terus berjalan tanpa membebani keuangan negara.
Untuk saat ini, baik Ignasius Jonan maupun Bobby Rasyidin kompak menyebut bahwa pertemuan di Istana hanya bersifat informal dan sebagai bagian dari koordinasi biasa antarpejabat serta tokoh transportasi nasional.***
Editor : Vidya Sajar Fitri