RADAR TULUNGAGUNG - Peresmian 1179 SPPG Polri resmi digelar di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat pagi.
Baca Juga: MBG Ramadan Tetap Berjalan, Badan Gizi Nasional Terapkan Empat Skema Khusus Selama Puasa
Peresmian 1179 SPPG Polri ini dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto yang sekaligus meresmikan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di seluruh Indonesia.
Momentum peresmian 1179 SPPG Polri menjadi bagian penting dalam penguatan program makan bergizi gratis yang menyasar pelajar hingga ibu hamil.
Acara dipusatkan di SPPG Polri Palmerah yang berada di lingkungan Polsek Palmerah, Jakarta Barat.
Sejumlah pejabat telah hadir sejak pagi, termasuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polda Metro Jaya.
Agenda Peresmian dan Zoom Nasional
Berdasarkan informasi di lokasi, Presiden dijadwalkan tiba sekitar pukul 09.00 WIB.
Setibanya di lokasi, Presiden akan menerima paparan terkait operasional SPPG Polri.
Selanjutnya, dilakukan zoom meeting dengan SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah ini menandai pengoperasian serentak 1.179 SPPG Polri secara nasional.
Presiden juga dijadwalkan meninjau langsung dapur produksi dan sistem distribusi makan bergizi gratis di Palmerah.
Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya layanan pemenuhan gizi yang terintegrasi dengan sistem logistik Polri.
Operasional Sejak Januari 2026
SPPG Polri Palmerah diketahui telah beroperasi sejak Januari 2026.
Total relawan yang terlibat mencapai 48 orang.
Target penerima manfaat hingga Desember 2026 ditetapkan sebanyak 4.186 orang.
Mereka terdiri dari siswa TK sebanyak 220 anak, SD 998 siswa, serta pelajar SMP dan SMA.
Pada tahap awal, penerima manfaat aktif tercatat 1.994 pelajar dan 524 nonpelajar, termasuk guru dan tenaga kependidikan.
Distribusi makanan dilakukan dengan jarak tempuh maksimal 1,8 kilometer dari lokasi dapur.
Waktu pengiriman dipastikan tidak lebih dari 20 menit agar makanan tetap dalam kondisi segar.
Standar Gizi dan Ekosistem Mandiri
SPPG Polri Palmerah menerapkan standar gizi ketat.
Menu makanan disusun dengan komposisi protein, karbohidrat, dan sayuran yang disesuaikan kebutuhan tiap jenjang usia.
Proses pengolahan makanan dimulai setelah pukul 00.00 dini hari agar kualitas tetap terjaga saat dibagikan pagi hari.
Di area SPPG juga tersedia fasilitas hidroponik untuk menanam sayuran.
Selain itu, terdapat kolam budidaya ikan yang menjadi sumber protein tambahan.
Konsep ini menciptakan ekosistem pangan mandiri yang mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis.
Gudang Ketahanan Pangan Polri yang turut diresmikan berfungsi memperkuat distribusi bahan baku ke berbagai wilayah.
Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Menjelang kedatangan Presiden, lokasi telah disterilisasi sejak pagi.
Pengamanan dilakukan oleh aparat kepolisian dan Pasukan Pengamanan Presiden.
Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di kawasan Palmerah Barat.
Sistem buka tutup jalan diterapkan saat iring-iringan Presiden melintas.
Masyarakat yang hendak menuju Senayan diimbau menggunakan jalur alternatif seperti Permata Hijau atau Tentara Pelajar.
Meski ada pengalihan arus, layanan transportasi mikrolet dan mikrotrans tetap diizinkan melintas.
Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Peresmian 1179 SPPG Polri menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program makan bergizi gratis dirancang menjangkau pelajar, guru, hingga kelompok rentan.
Dengan dukungan infrastruktur gudang pangan dan dapur terstandar, distribusi diharapkan lebih efektif dan merata.
Kehadiran Presiden dalam peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah memperluas layanan pemenuhan gizi.
Sinergi antara Polri, kementerian, dan Badan Gizi Nasional diharapkan mempercepat target penurunan angka stunting nasional.
Baca Juga: Dinkes Tulungagung Observasi Dugaan Keracunan MBG di SDN 3 Bungur, Sementara Mengarah ke Lauk Ayam
Melalui langkah konkret ini, pemerintah ingin memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Peresmian 1179 SPPG Polri di Palmerah menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina