Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saham BUMI Dibeli Antoni Salim, Benarkah Bisa Bangkit dan Kembali ke Level 3000-an Seperti Era Kejayaan?

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 16 Februari 2026 | 14:45 WIB
Saham BUMI dibeli Antoni Salim. Apakah bisa bangkit dan kembali ke level 3000-an seperti era kejayaan? Ini analisis jangka panjangnya. Pinterest
Saham BUMI dibeli Antoni Salim. Apakah bisa bangkit dan kembali ke level 3000-an seperti era kejayaan? Ini analisis jangka panjangnya. Pinterest

Radar Tulungagung - Masuknya nama Antoni Salim ke dalam struktur kepemilikan saham BUMI kembali memantik diskusi besar di kalangan investor. PT Bumi Resources Tbk yang selama lebih dari satu dekade terpuruk, kini dinilai memasuki babak baru. Pertanyaannya, apakah saham BUMI benar-benar berpotensi menjadi pilihan investasi jangka panjang dan kembali ke level ribuan seperti era 2007–2010?

Melalui dua entitas asing, yakni Mark Energy Limited dan Treasure Global Investment Limited, Salim Group resmi tercatat sebagai pemegang manfaat akhir saham BUMI. Langkah ini dianggap sebagai sinyal perubahan kepemilikan sekaligus potensi perbaikan tata kelola perusahaan. Bagi pasar, perubahan “vibrasi kepemilikan” sering kali menjadi katalis utama kebangkitan saham lama yang terpuruk.

Namun, optimisme tersebut tak lepas dari tanda tanya besar. Salah satu isu yang kembali mencuat adalah dugaan utang lama dan transaksi repo gagal bayar yang pernah membelit BUMI. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah dana senilai puluhan triliun rupiah yang dikaitkan dengan masuknya Salim Group benar-benar berupa fresh cash, atau sekadar konversi kewajiban lama menjadi saham.

Jejak Panjang Saham Sejuta Umat

Jika ditarik ke belakang, saham BUMI memiliki sejarah yang sangat kuat. Pada periode 2007 hingga 2008, saham ini mencatatkan reli luar biasa. Selama sekitar satu setengah tahun, harga saham nyaris tak pernah turun. Fenomena itu membuat BUMI dijuluki “saham sejuta umat” karena hampir semua pelaku pasar meraup cuan.

Namun, krisis global 2008 menjadi titik balik. Saham BUMI anjlok tajam, sempat bangkit kembali pada 2010 hingga mencetak double top di kisaran 3.475, lalu kembali terperosok dan tak pernah benar-benar pulih selama lebih dari 14 tahun.

Volume Jumbo, Tanda Pergantian Pemain

Yang kini menarik perhatian analis adalah lonjakan volume transaksi yang dinilai “aneh” dan tidak biasa jika dilihat dari grafik jangka panjang. Pada chart kuartalan, volume perdagangan BUMI tercatat sangat besar, bahkan melampaui periode krisis 2008. Ini menandakan adanya perpindahan kepemilikan dalam skala masif.

“Volume sebesar ini biasanya menandakan pergantian pemain,” kata seorang analis. Dalam teori price action, lonjakan volume ekstrem kerap menjadi sinyal awal perubahan tren jangka panjang, terutama jika diikuti stabilisasi harga.

Dari sisi teknikal, sejumlah analis melihat terbentuknya pola double bottom besar dengan area bawah di kisaran 520. Pola ini sering dianggap sebagai fondasi awal kebangkitan harga dalam jangka panjang, meski prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Potensi Jangka Panjang, Tapi Butuh Kesabaran

Pada grafik mingguan dan bulanan, saham BUMI memang belum sepenuhnya keluar dari fase pemulihan. Namun, rata-rata volume bulanan kini jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini memperkuat dugaan bahwa saham tersebut tengah dikoleksi untuk kepentingan jangka panjang.

Beberapa investor menyebut strategi akumulasi di harga bawah, bahkan di bawah 150, sebagai pendekatan konservatif. Saham kemudian disimpan selama lima hingga enam tahun dengan harapan perubahan kepemilikan dan tata kelola benar-benar berdampak pada kinerja perusahaan.

Kembali ke 3000-an, Mungkinkah?

Apakah saham BUMI bisa kembali ke level 3000-an seperti masa kejayaannya? Secara teori, peluang itu ada jika terjadi perbaikan fundamental signifikan, pengelolaan utang yang sehat, serta tata kelola perusahaan yang lebih transparan. Masuknya Antoni Salim dipandang sebagai langkah awal ke arah tersebut.

Namun analis menegaskan, perjalanan menuju level tersebut tidak akan singkat. Berdasarkan proyeksi konservatif, target di atas 2.000 baru realistis dalam beberapa tahun ke depan, itupun dengan asumsi tidak ada gejolak besar dan perbaikan fundamental berjalan konsisten.

Dengan sejarah panjang, volume transaksi jumbo, dan perubahan kepemilikan strategis, saham BUMI kembali masuk radar investor. Layak dipertimbangkan atau tidak, keputusan tetap di tangan masing-masing pelaku pasar.

 

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#saham BUMI #saham tambang #investasi jangka panjang #Antoni Salim