Radar Tulungagung - Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat ke ruang publik. Dalam pernyataan terbarunya di sebuah tayangan televisi nasional, Roy Suryo membeberkan hasil analisis digital yang menurutnya menunjukkan dokumen tersebut “99,9 persen palsu”.
Isu ijazah Jokowi ini kembali ramai setelah beredar penampakan dokumen yang disebut-sebut sebagai ijazah asli Presiden. Dokumen itu sebelumnya ditampilkan oleh pihak Fakultas Kehutanan UGM pada 24 Oktober 2022 dan disebut sebagai dokumen resmi.
Namun, Roy Suryo mempertanyakan keaslian dokumen yang beredar tersebut. Ia menegaskan bahwa analisis terhadap ijazah Jokowi dilakukan bukan sekadar asumsi, melainkan melalui pendekatan ilmiah berbasis forensik digital.
Analisis Digital dan Uji ELA
Roy mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan metode Error Level Analysis (ELA), luminance, dan gradient untuk menguji keaslian gambar dokumen. Menurutnya, hasil uji tersebut tidak menunjukkan adanya watermark maupun emboss yang semestinya terlihat pada ijazah asli.
“Kalau itu hasil scan asli, harusnya watermark dan emboss terlihat jelas, termasuk perbedaan histogram,” ujarnya dalam tayangan tersebut.
Ia menambahkan bahwa dokumen yang diuji hanya berupa fotokopi hitam putih, sehingga tidak dapat diperiksa dari segi tekstur tinta maupun perbedaan warna secara langsung. Namun, secara visual digital, ia menilai ada kejanggalan signifikan.
Roy juga menyoroti kemunculan dokumen yang diunggah oleh salah satu kader partai politik pada 1 April 2025. Dalam unggahan tersebut disebutkan sebagai “ijazah asli”. Namun menurut Roy, hasil analisis histogram menunjukkan pola identik dengan dokumen lain yang sebelumnya dipersoalkan.
Sorotan pada Logo UGM
Selain analisis digital, Roy juga menyoroti bentuk logo Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam dokumen tersebut. Ia menyebut logo terlihat “meletot” atau mengalami distorsi akibat proses penarikan gambar secara digital.
Menurutnya, logo resmi UGM memiliki sejarah panjang. Logo tersebut dirancang oleh RJK Tamsi dari Akademi Seni Rupa Indonesia (kini Institut Seni Indonesia) dan kemudian disempurnakan oleh Prof. Muhammad Adnan pada 1993.
“Logo itu punya pakem. Kalau ditarik kanan-kiri secara digital, proporsinya berubah. Itu yang terlihat di dokumen ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai alumnus UGM, dirinya merasa keberatan jika simbol institusi pendidikan tersebut diduga dimanipulasi.
Klaim Ijazah Asli dan Perbandingan
Dalam kesempatan yang sama, Roy menampilkan dokumen pembanding yang disebut sebagai ijazah asli alumni UGM lain. Ia menunjukkan perbedaan watermark, emboss, hingga detail pixel pada foto.
Menurutnya, pada dokumen asli watermark terlihat jelas saat dianalisis secara digital. Begitu pula dengan emboss yang menonjol pada permukaan kertas.
Ia juga menyinggung bahwa ijazah yang sebelumnya dipermasalahkan telah disita dalam proses hukum pada 23 Juli. Karena itu, ia mempertanyakan asal-usul dokumen yang kembali muncul beberapa bulan setelah penyitaan tersebut.
“Kalau sudah disita, lalu muncul lagi, itu dapat dari mana?” ujarnya mempertanyakan.
Citizen Lawsuit dan Proses Hukum
Polemik ini juga telah masuk ke ranah hukum melalui mekanisme citizen lawsuit di Solo. Dalam sidang sebelumnya, pihak yang bersangkutan disebut telah menampilkan dokumen sebagai bagian dari pembuktian.
Roy menyatakan akan kembali memaparkan analisisnya dalam agenda berikutnya di Solo. Ia mengaku akan membawa kajian tambahan untuk memperkuat argumentasi forensik digitalnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan dokumen tersebut palsu. Pihak Universitas Gadjah Mada sebelumnya telah menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo merupakan alumnus sah Fakultas Kehutanan.
Perdebatan soal ijazah Jokowi pun terus bergulir di ruang publik. Di satu sisi, ada klaim analisis digital yang menyebut kejanggalan. Di sisi lain, ada pernyataan resmi institusi pendidikan yang menyatakan keabsahan.
Publik kini menanti kelanjutan proses hukum dan pembuktian di pengadilan. Apakah polemik ini akan menemukan titik terang melalui mekanisme peradilan, atau justru terus menjadi perdebatan panjang di ruang publik, masih menjadi tanda tanya.
Yang jelas, isu ijazah Jokowi kembali menjadi sorotan nasional dan menyita perhatian luas masyarakat.