TULUNGAGUNG - Program Internet Rakyat 5G resmi diperkenalkan dan mulai menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia. Layanan berbasis Fixed Wireless Access (FWA) ini diklaim menghadirkan internet cepat tanpa instalasi kabel dengan harga terjangkau.
Melalui program Internet Rakyat 5G, masyarakat kini dapat menikmati akses internet hingga 100 Mbps hanya dengan Rp100 ribu per bulan. Namun, sebelum mendaftar, calon pelanggan perlu mengecek terlebih dahulu apakah rumahnya sudah masuk dalam area jangkauan jaringan Internet Rakyat.
Pengecekan jangkauan Internet Rakyat 5G dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi internetrakyat.id. Di sana tersedia peta digital yang menunjukkan wilayah yang telah tercover layanan.
Gunakan Teknologi 5G FWA Tanpa Kabel
Internet Rakyat digagas oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Jepang, Orex SAI. Layanan ini memanfaatkan teknologi Open Radio Access Network (Open RAN) dengan sistem 5G Fixed Wireless Access (FWA).
Teknologi tersebut memungkinkan penyediaan internet tanpa perlu penarikan kabel fiber optik ke rumah pelanggan. Dengan memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz dan dukungan teknologi 5G Core dari NEC Corporation, proses pemasangan jaringan diklaim lebih cepat dan efisien.
Konsep FWA ini membuat pengguna cukup menggunakan modem atau perangkat Customer Premises Equipment (CPE) tanpa instalasi kabel rumit. Model ini juga menjadi salah satu implementasi Open RAN FWA pertama di dunia yang dipadukan dengan teknologi 5G Core.
Internet Rakyat resmi diperkenalkan pada November 2025 dan secara bertahap memperluas cakupan jaringan melalui pembangunan BTS di berbagai daerah.
Wilayah yang Sudah Terjangkau
Saat ini, Internet Rakyat 5G baru tersedia di tiga wilayah utama, yakni Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Wilayah lain masih dalam tahap pengembangan infrastruktur.
Untuk memastikan apakah rumah sudah terjangkau layanan, masyarakat bisa membuka situs internetrakyat.id. Pada halaman utama tersedia peta Indonesia dengan penanda berwarna merah.
Area yang ditandai merah menunjukkan wilayah yang sudah masuk jaringan Internet Rakyat. Jika lokasi tempat tinggal berada dalam zona tersebut, calon pelanggan dapat melanjutkan proses pendaftaran.
Pemerintah dan penyedia layanan menyatakan bahwa cakupan akan terus diperluas seiring pembangunan BTS dan peningkatan kapasitas jaringan di berbagai daerah.
Paket 100 Mbps Rp100 Ribu per Bulan
Internet Rakyat menyediakan satu paket utama berupa kuota 5G FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Harga yang ditawarkan sebesar Rp100 ribu untuk masa aktif 30 hari.
Paket ini diklaim tanpa batas penggunaan selama pelanggan berlangganan. Selain itu, pelanggan baru juga mendapatkan gratis biaya langganan pada bulan pertama.
Tak hanya itu, pengguna dibebaskan dari biaya sewa modem atau perangkat CPE selama menggunakan layanan Internet Rakyat. Skema ini diharapkan dapat meringankan beban biaya awal bagi masyarakat.
Dengan harga terjangkau dan kecepatan tinggi, layanan ini menyasar pelajar, pekerja, pelaku UMKM, hingga keluarga yang membutuhkan akses internet stabil untuk aktivitas sehari-hari.
Cara Daftar Internet Rakyat
Bagi masyarakat yang tertarik, pendaftaran Internet Rakyat 5G dilakukan sepenuhnya secara online melalui situs resmi.
Langkah pertama, buka laman internetrakyat.id. Setelah itu, pilih menu pendaftaran atau registrasi yang tersedia.
Calon pelanggan akan diminta mengisi data diri seperti nama, alamat email, serta nomor WhatsApp aktif untuk proses verifikasi. Setelah menerima kode OTP, masukkan kode tersebut untuk melanjutkan tahapan berikutnya.
Selanjutnya, lengkapi data alamat secara detail, termasuk provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, kode pos, hingga titik koordinat lokasi melalui peta digital yang tersedia.
Pastikan semua data diisi dengan benar agar proses verifikasi berjalan lancar. Setelah menyetujui syarat dan ketentuan layanan, pendaftaran dapat diselesaikan.
Program Internet Rakyat 5G menjadi salah satu upaya memperluas akses digital nasional. Dengan model tanpa kabel dan harga terjangkau, layanan ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan internet di Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengakses informasi melalui situs resmi guna menghindari hoaks atau penyalahgunaan data pribadi. Jika wilayah belum terjangkau, pengguna dapat memantau pembaruan cakupan secara berkala di laman yang sama.
Editor : Axsha Zazhika