Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Update BMKG 4 Maret 2026: Tiga Bibit Siklon Muncul, Hujan Lebat Ancam Jawa hingga NTT

Ayu Dhea Cheryl • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:00 WIB

Citra satelit BMKG menunjukkan kemunculan tiga bibit siklon tropis yang memicu potensi hujan lebat di Jawa, Bali, NTB, hingga NTT pada 4 Maret 2026.
Citra satelit BMKG menunjukkan kemunculan tiga bibit siklon tropis yang memicu potensi hujan lebat di Jawa, Bali, NTB, hingga NTT pada 4 Maret 2026.

Update BMKG 4 Maret 2026 menjadi perhatian serius masyarakat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini memicu potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa dan wilayah Indonesia bagian tengah.

Dalam siaran resmi yang disampaikan BMKG untuk prakiraan cuaca Rabu, 4 Maret 2026, dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya tiga sistem tekanan rendah yang terpantau di wilayah monitoring TCWC BMKG. Ketiganya berpotensi memengaruhi cuaca secara signifikan dalam 48 hingga 72 jam ke depan.

Update BMKG 4 Maret 2026 menyebutkan, bibit siklon tropis pertama yakni 90S terdeteksi berada di Samudra Hindia Barat Daya, tepatnya di selatan Jawa Barat. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot dengan tekanan udara 1000 mb. Dalam dua hingga tiga hari ke depan, bibit siklon ini diprediksi menguat dan bergerak ke arah timur laut hingga timur.

Baca juga:Tiga Bibit Siklon dan Dampaknya

Bibit siklon tropis 90S membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat memicu hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah terdampak.

Sementara itu, bibit siklon tropis 92P terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara 1000 mb. Berbeda dengan 90S, sistem ini diprediksi cenderung melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan dengan arah pergerakan ke barat hingga barat laut. Sistem ini membentuk konvergensi di pesisir utara Australia bagian utara.

Bibit siklon tropis ketiga, 93S, berada di perairan barat daratan Australia bagian utara dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara 1001 mb. Sistem ini diprediksi persisten dan berpotensi menguat, bergerak ke arah barat hingga barat laut. Dampaknya terasa pada pembentukan konvergensi di perairan Barat Daya Lampung hingga selatan Jawa.

Kombinasi ketiga sistem ini memicu peningkatan aktivitas awan konvektif di sepanjang jalur konvergensi, yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Baca juga:Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu siaga antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, beberapa kota besar juga diprediksi mengalami cuaca ekstrem. Untuk wilayah Indonesia bagian barat, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Palangkaraya.

Adapun hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Semarang. Sementara hujan ringan diprediksi turun di Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Samarinda, dan Tanjung Selor. Wilayah Banda Aceh, Pekanbaru, dan Pontianak diprakirakan berawan hingga berawan tebal.

Untuk Indonesia bagian timur, potensi hujan petir diprediksi terjadi di Merauke. Hujan sedang berpotensi turun di Makassar dan Mamuju. Sedangkan hujan ringan berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sorong diprakirakan berawan tebal, sementara Palu berpotensi mengalami udara kabur.

Baca juga:Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku pelayaran dan penerbangan. Potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, kilat, angin kencang, hingga gelombang tinggi perlu diantisipasi sejak dini.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, khususnya di wilayah rawan.

Informasi resmi dan pembaruan prakiraan cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG maupun kanal media sosial resminya. Update BMKG 4 Maret 2026 ini diharapkan menjadi acuan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#prakiraan cuaca indonesia #hujan lebat #cuaca ekstrem #bibit siklon tropis #Update BMKG 4 Maret 2026