Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menu MBG Ramadan Dinilai Tak Layak, Netizen Unggah Unboxing hingga Dugaan Intimidasi, Badan Gizi Nasional Janji Evaluasi

Krisna Pambudi • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:39 WIB

Viral menu MBG Ramadan dinilai tak layak. (Ilustrasi: Gemini)
Viral menu MBG Ramadan dinilai tak layak. (Ilustrasi: Gemini)

RADAR TULUNGAGUNG - Program menu MBG Ramadan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan isi paket makanan yang dinilai jauh dari kata bergizi.

Berbagai video unboxing dari orang tua siswa memperlihatkan isi paket yang sederhana, bahkan ada yang disebut tidak layak konsumsi.

Kritik terhadap menu MBG Ramadan bermunculan karena banyak warga menilai isi paket tidak sebanding dengan anggaran program makan bergizi gratis (MBG).

Selain soal porsi yang dianggap minim, kualitas makanan juga menjadi perhatian karena ditemukan makanan yang diduga kedaluwarsa hingga busuk.

Sorotan terhadap menu MBG Ramadan ini akhirnya memicu respons dari pemerintah.

Badan Gizi Nasional menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan program tetap berjalan sesuai standar gizi dan transparan dalam penggunaan anggaran.

Viral Unboxing Menu MBG di Media Sosial

Gelombang kritik bermula dari unggahan sejumlah pengguna media sosial yang memperlihatkan isi paket MBG selama Ramadan.

Salah satu akun yang ramai dibicarakan menunjukkan paket MBG dari Sulawesi Barat berisi jeruk, telur rebus, sebungkus kecil kacang, dan roti dengan harga yang disebut sekitar Rp1.000 per item.

Unggahan lain juga menampilkan paket dengan isi telur, roti, tiga buah kurma, serta kacang.

Bagi sebagian orang tua siswa, menu tersebut dinilai terlalu sederhana untuk disebut sebagai program makan bergizi.

Keluhan juga muncul dari wilayah lain. Seorang ibu bahkan mengaku memprotes menu MBG yang diterima anaknya di Sukadana.

Dalam paket tersebut terdapat jeruk, roti, dua bungkus kecil kacang, dan agar-agar yang kondisinya sudah hancur.

Tak hanya soal kesederhanaan menu, beberapa orang tua mengaku menemukan makanan yang tidak layak konsumsi.

Di Jawa Tengah misalnya, ada laporan tentang roti kedaluwarsa, singkong berair, hingga jeruk yang sudah busuk.

Dugaan Intimidasi terhadap Orang Tua

Yang membuat persoalan semakin ramai diperbincangkan adalah adanya dugaan intimidasi terhadap orang tua yang mengunggah isi paket MBG.

Beberapa orang tua mengaku menerima pesan melalui WhatsApp yang meminta mereka berhenti mempublikasikan menu makanan tersebut di media sosial.

Hal ini memicu kekhawatiran publik karena dianggap membatasi kritik terhadap program pemerintah.

Unggahan mengenai dugaan intimidasi ini pun semakin memperluas diskusi di ruang publik.

Banyak warganet mempertanyakan pengawasan terhadap program MBG serta kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Alasan Menu MBG Diubah Selama Ramadan

Pemerintah sebenarnya telah menetapkan perubahan skema dalam program makan bergizi gratis selama bulan puasa.

Menu yang sebelumnya berupa makanan segar diganti menjadi makanan kering.

Perubahan tersebut bertujuan agar makanan lebih tahan lama dan bisa dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Namun dalam praktiknya, kebijakan ini justru memicu berbagai keluhan dari orang tua siswa.

Mereka mempertanyakan apakah menu yang diberikan masih memenuhi standar gizi yang dijanjikan dalam program MBG.

Badan Gizi Nasional Janji Evaluasi

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG selama Ramadan.

Evaluasi ini bertujuan memastikan program berjalan sesuai standar gizi, tepat sasaran, serta transparan dalam penggunaan anggaran.

Menurut Dadan, evaluasi juga diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat akibat berbagai unggahan yang viral di media sosial.

Aturan Menu MBG Ramadan

Pelaksanaan MBG selama Ramadan sebenarnya telah diatur dalam Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa paket makanan kemasan sehat harus diproduksi dan dikemas oleh SPPG dengan tetap menerapkan standar operasional prosedur keamanan pangan.

Pengecekan masa kedaluwarsa serta perizinan produk juga menjadi syarat wajib.

Selain itu, menu utama tidak boleh berupa makanan ultra processed food atau makanan olahan berlebihan.

Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan antara lain telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, makanan khas lokal, serta kurma sebagai menu pendamping.

Baca Juga: Berita SPPG Terbaru Viral: Bukber di Hotel Jadi Kontroversi, Publik Soroti Kualitas Menu MBG

Jadwal Distribusi MBG Ramadan

Surat edaran tersebut juga mengatur jadwal distribusi program MBG selama Ramadan 2026.

Distribusi makanan sempat dihentikan sementara pada 18 hingga 22 Februari 2026, kemudian kembali dilanjutkan pada 23 Februari 2026.

Sementara pada masa libur Idul Fitri, distribusi MBG juga mengalami penyesuaian. Pada 18 hingga 24 Maret 2026 tidak ada pembagian makanan kepada penerima manfaat.

Namun sebelumnya, pada 17 Maret 2026 akan dibagikan paket sehat dalam bentuk tiga paket bundling untuk konsumsi pada 18 hingga 20 Maret 2026.

Paket bundling tersebut juga dibatasi agar tidak digunakan untuk konsumsi lebih dari tiga hari.

Kini publik menunggu hasil evaluasi Badan Gizi Nasional terkait polemik menu MBG Ramadan yang viral di media sosial.

Banyak pihak berharap program makan bergizi gratis benar-benar memberikan manfaat bagi siswa, sesuai dengan tujuan awalnya.

Editor : Krisna Pambudi
#badan gizi nasional #Dadan Hindayana #Menu MBG Ramadan 2026 #Makan Bergizi Gratis #menu MBG viral