OMO X Punya Suspensi Double Wishbone dan 4 Mode Berkendara, Begini First Impression-nya

BOGOR - OMO X dari OMOW menawarkan sejumlah fitur yang cukup berbeda dibandingkan skuter listrik pada umumnya. Dalam first impression setelah menjajal langsung motor tersebut, OMO X dinilai memiliki desain besar, suspensi double wishbone, hingga sejumlah fitur yang membuat pengalaman berkendara lebih nyaman.
Motor yang diuji merupakan OMO X varian Smart. Dari sisi dimensi, motor ini disebut memiliki panjang dan lebar yang lebih besar dibandingkan PCX. Namun, ukurannya masih tidak sebesar XMAX atau E Fora. Karena dimensinya, OMO X bisa dikategorikan sebagai skuter maxi.
Salah satu bagian yang paling membedakan OMO X adalah sistem suspensinya. Roda depan menggunakan pelek ring 14, tetapi suspensinya memakai model double wishbone yang umumnya dikenal digunakan pada motor berukuran besar.
Sementara itu, roda belakang juga menggunakan ring 14 dengan ban berukuran lebar 150. Motor ini juga menggunakan sistem side drive.
Fitur lain yang cukup menarik terdapat pada standar samping. OMO X dibekali standar samping yang dapat bekerja secara otomatis. Dengan fitur tersebut, pengguna tidak perlu menaikkan atau menurunkan standar samping menggunakan kaki secara manual.
Bagian kokpit juga menjadi salah satu perhatian. OMO X memiliki layar LED berukuran 10,25 inci yang disebut memiliki tampilan mirip layar pada mobil. Di bagian stang kiri dan kanan terdapat joystick dengan fungsi berbeda.
Joystick sebelah kanan digunakan untuk mengatur drive mode. Sementara joystick di sebelah kiri pada dasarnya digunakan untuk kebutuhan multimedia yang berhubungan dengan motor.
Saat digunakan, posisi berkendara OMO X disebut terasa seperti motor matik 150 cc, tetapi dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Motor ini juga memiliki deck tengah yang memungkinkan pengendara meluruskan kaki. Namun, deck tersebut dinilai cukup lebar sehingga posisi kaki terasa agak mentok pada bagian bawah.
Pada percobaan awal, karakter gas OMO X terasa ringan seperti motor listrik pada umumnya. Ketika gas diputar secara perlahan, motor tidak langsung melaju, tetapi jika gas diurut, motor langsung memberikan respons.
Kesan pertama lainnya muncul dari bagian depan motor yang terasa agak berat. Ada beberapa kemungkinan faktor yang disebut dapat memengaruhi karakter tersebut, antara lain penggunaan ban yang lebar serta kombinasi suspensi double wishbone dengan baterai.
Meski demikian, bobot di bagian depan tersebut disebut tidak lagi terasa setelah motor melaju sekitar 25 kilometer per jam atau lebih. Suspensinya justru memberikan rasa empuk dan nyaman.
Pengujian dilakukan di daerah Sumareon, Bogor, dengan rute yang memiliki banyak tikungan, tanjakan, dan turunan. Motor juga sempat digunakan melewati jalan dengan kondisi yang kurang bagus.
Hasilnya, suspensi OMO X dinilai membuat motor lebih stabil ketika melewati permukaan jalan yang kurang rata maupun saat menikung. Ayunan motor juga disebut tidak terlalu terasa.
OMO X memiliki empat mode berkendara, yakni Sport, Normal, Wet, dan Assist. Dalam pengujian tersebut, mode Sport dan Normal sudah dicoba. Mode Sport memberikan tarikan yang terasa lebih kuat dibandingkan Normal dan perbedaannya dinilai cukup signifikan.
Sementara mode Assist dirancang untuk membantu ketika motor harus didorong di area sempit. Dalam mode ini, kecepatan maju dibatasi maksimal 5 kilometer per jam, sedangkan kecepatan mundur maksimal 3 kilometer per jam.
Selain mode berkendara, terdapat fitur Auto Hold, Hill Start Assist, dan regenerative braking. Auto Hold dan Hill Start Assist disebut cukup membantu ketika motor berhenti di tanjakan maupun turunan tanpa harus terus menekan rem.
Regenerative braking tersedia dalam tiga tingkat, yakni High, Medium, dan Low. Pengguna dapat memilih tingkat pengereman regeneratif sesuai kebutuhan. Menariknya, fitur-fitur tersebut juga dapat dimatikan jika pengguna menginginkan sensasi berkendara yang lebih natural.



