RADAR TULUNGAGUNG - Pameran otomotif berskala internasional Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026) dipastikan kembali digelar pada awal tahun depan.
IIMS 2026 akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026.
Penyelenggara IIMS 2026, menargetkan total transaksi fantastis mencapai Rp8 triliun selama 11 hari penyelenggaraan.
Target tersebut dinilai realistis seiring meningkatnya jumlah merek peserta serta tren positif industri otomotif nasional.
IIMS 2026 tidak lagi sekadar menjadi ajang pamer kendaraan, melainkan telah bertransformasi menjadi festival otomotif, hiburan, dan gaya hidup yang menyasar segmen pengunjung lebih luas.
IIMS 2026 Usung Konsep Otomotif, Hiburan, dan Gaya Hidup
Presiden Direktur PT Diandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyebut transformasi konsep ini menjadi strategi utama untuk mendongkrak jumlah pengunjung dan transaksi.
Menurutnya, masyarakat kini datang ke pameran otomotif tidak hanya untuk membeli kendaraan, tetapi juga mencari pengalaman.
“IIMS tahun ini bukan hanya melihat mobil dan motor terbaru. Ada hiburan, olahraga, hingga edukasi. Kami ingin menjangkau keluarga, anak muda, sampai pelajar,” ujar Daswar.
Beragam program baru dihadirkan, mulai dari sportainment, kompetisi pedal berhadiah mobil, hingga aktivitas edukasi otomotif bagi pelajar.
Konsep ini diharapkan mampu memperluas basis pengunjung sekaligus meningkatkan daya tarik pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut.
Jumlah Brand Meningkat, Target Transaksi Dinilai Achievable
Dari sisi peserta, IIMS 2026 mencatat peningkatan signifikan. Jika pada 2025 terdapat 32 merek mobil, tahun ini jumlahnya mendekati 35 merek.
Sementara untuk sepeda motor, meningkat dari 24 merek menjadi 26 merek. Sektor aftermarket juga mengalami pertumbuhan dengan semakin banyaknya pelaku industri pendukung yang ikut meramaikan pameran.
Dengan peningkatan jumlah brand dan variasi produk, Daswar optimistis target transaksi Rp8 triliun dapat tercapai.
Optimisme ini juga didukung tren penjualan otomotif yang menunjukkan peningkatan sejak Oktober hingga Desember.
“Kami selalu optimis, tapi tetap realistis. Melihat tren beberapa bulan terakhir, angkanya cukup achievable,” tegasnya.
Mobil Listrik Jadi Sorotan di IIMS 2026
Salah satu sorotan utama di Indonesia International Motor Show 2026 adalah semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik.
Meski mobil berbahan bakar konvensional masih mendominasi penjualan, tren kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Menurut Daswar, kini mobil listrik hadir dengan rentang harga yang semakin luas. Mulai dari yang harganya hampir setara LCGC hingga kendaraan listrik premium bernilai miliaran rupiah.
“Variannya sekarang banyak. Ada yang murah sekali, ada juga yang sangat premium. Affordability-nya masih masuk untuk pasar Indonesia,” jelasnya.
Menariknya, optimisme industri kendaraan listrik tetap terjaga meski tanpa insentif pemerintah.
Pelaku industri dinilai masih mampu menjalankan bisnisnya karena pilihan produk yang semakin kompetitif.
IIMS 2026 Jadi Barometer Industri Otomotif Nasional
Lebih dari sekadar pameran, IIMS 2026 diproyeksikan menjadi barometer perkembangan industri otomotif nasional.
Kehadiran berbagai merek, teknologi terbaru, serta pendekatan gaya hidup diyakini mampu menggerakkan ekosistem otomotif secara menyeluruh.
Pameran ini juga menjadi momentum penting bagi produsen untuk memperkenalkan inovasi, khususnya di segmen kendaraan ramah lingkungan.
Sementara bagi konsumen, IIMS menjadi ruang untuk membandingkan produk, mendapatkan promo, hingga merasakan langsung pengalaman berkendara.
Dengan konsep yang semakin matang dan target ambisius, Indonesia International Motor Show 2026 diyakini akan kembali menjadi magnet besar bagi pecinta otomotif sekaligus penggerak ekonomi sektor otomotif nasional.***
Editor : Vidya Sajar Fitri