Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Pers Masa Kerajaan Romawi dan Zaman Nabi Nuh

Mizanatul Muttaqin • Selasa, 11 Juni 2024 | 22:52 WIB
Ilustrasi foto Kaisar Julius Caecar dan Bahtera Nabi Nuh.
Ilustrasi foto Kaisar Julius Caecar dan Bahtera Nabi Nuh.

NASIONAL - Pers awalnya hanya sebatas informasi di majalah dinding. Namun kini pers berkembang hingga ke berbagai macam media dan platform.

Keragaman media pers saat ini mulai dari media cetak, website digital, audio visual televisi, media massa, hingga berupa gambaran grafis atau foto.

Namun perlu diketahui, keberadaan pers ternyata sudah ada sejak zaman pemerintahan romawi. Sekitar 100-400 SM, Kerajaan Romawi dipimpin Julius Caesar.

Semasa kekaisaran Julius Caesar, pers dibuat sebagai media informasi untuk masyarakat. Kala itu penggunaan media hanya berupa papan pengumuman yang diletakkan di lapangan, tempat masyarakat berkumpul.

Media pers tersebut oleh masyarakat pada zaman romawi kuno disebut sebagai papan forum Romanus.

Isi dari Forum Romanus terdiri dari dua macam pers. Pertama, berisikan laporan mengenai hasil sidang dan keputusan dari para petinggi-petinggi. Nama percabangan dari Forum Romanus kala itu adalah Acta Senatus.

Kedua, pers sebagai Acta Diurna Populi Romawi. Acta Diurna berisi tentang informasi yang berisi hasil perundingan rakyat romawi.

Lain itu, Acta Diurna juga biasa dipakai untuk media kampanye oleh petinggi-petinggi Romawi. Media kampanye itu berisi tentang informasi tentang pemerintahan. 

Cikal bakal pers dari papan pengumuman, seiring waktu Julius memberikan keleluasaan Forum Romanus untuk berkembang menjadi media publikasi dan mencatat semua informasi. Kala itu dikenal dengan Diurnari. 

Baca Juga: Touring Wisata Makassar Toraja, Lady Biker XSR 155 Riding dari Bali Jelajahi Rute Menantang

Sedangkan pada zaman nabi, pers terindikasi pada zaman Nabi Nuh. Kala itu, Nabi Nuh mendapatkan mukjizat banjir bandang, dan para pengikutnya berada di Bahtera Nuh tentu tidak mengetahui keadaan di luar.

Nabi Nuh berinisiatif meminta tolong kepada salah satu pengikutnya, seekor burung dara kecil untuk melihat keadaan sekitar.

Burung dara kembali dengan sebuah informasi bahwa bah air sudah mulai surut.

Sebuah informasi yang didapat oleh Nabi Nuh dari seekor burung tersebut untuk segera diumumkan kepada para pengikutnya yang menumpangi perahu tersebut.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sejarah #kerajaan romawi #Pers #nabi nuh