Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

SD Favorit di Tulungagung Diserbu Calon Murid Baru saat SPMB 2025 Hari Pertama, Kuota Bahkan Nyaris Penuh

Sandy Sri Yuwana • Senin, 16 Juni 2025 | 23:05 WIB

 

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di seluruh SDN di Kabupaten Tulungagung diserbu para calon siswa, Senin (16/6/2025). Kuota di sejumlah SD perkotaan sudah hampir penuh di hari pertama SPMB.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di seluruh SDN di Kabupaten Tulungagung diserbu para calon siswa, Senin (16/6/2025). Kuota di sejumlah SD perkotaan sudah hampir penuh di hari pertama SPMB.

 

TULUNGAGUNG - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di seluruh SDN di Kabupaten Tulungagung berlangsung kondusif, Senin (16/6/2025). 

Para orang tua calon murid SD sangat antusias mendaftarkan putra putrinya di SD terdekat dari tempat tinggalnya. Salah satunya terpantau di SDN 1 Jepun, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.

Terbukti, sejak pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB, dalam waktu kurang dari dua jam, kuota di salah satu SD favorit di Tulungagung ini sudah terpenuhi hingga 80 persen.

Wakil Ketua Panitia SPMB SDN 1 Jepun, Harin Wahyuni mengungkapkan, antusiasme orang tua calon murid sangat tinggi.

“Pukul 09.30, pendaftar sudah mencapai 80 persen dari kuota yang kami sediakan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SDN 1 Jepun,” jelasnya.

Tahun ini, SDN 1 Jepun membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk dua kelas, masing-masing diisi oleh 30 hingga maksimal 40 murid.

Mayoritas pendaftar berasal dari daerah sekitar.

“Karena lokasi sekolah berada di perbatasan beberapa desa dan kelurahan, pendaftar tidak hanya dari Kelurahan Jepun, tapi juga dari wilayah sekitarnya. Meski demikian, kami tetap memprioritaskan sesuai petunjuk teknis, yakni berdasarkan domisili,” jelas Harin.

Selain seleksi berdasarkan domisili, panitia juga akan melakukan verifikasi terhadap data pribadi calon peserta didik. Hal ini untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan.

Lebih lanjut, Harin menyebut bahwa SDN 1 Jepun memiliki TK satu atap, sehingga murid dari TK tersebut juga menjadi prioritas dalam penerimaan.

“Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka akan kami rekomendasikan ke SDN 3 Jepun atau SD terdekat lainnya,” tuturnya.

Harin berharap, setiap tahun SDN 1 Jepun dapat menerima murid dengan kualitas yang semakin baik.

“Kami ingin menjaga mutu pendidikan dan menjadikan sekolah ini semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya. (sri)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#sd #2025 #tulungagung #spmb