Senin, 17 Jan 2022
Radar Tulungagung
Home / Politik
icon featured
Politik
Siapkan Pemilu 2024

DPC Partai Demokrat Trenggalek Gelar Pendidikan Politik Masyarakat

07 Desember 2021, 12: 12: 48 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DPC Partai Demokrat Trenggalek Gelar Pendidikan Politik Masyarakat

Share this      

KOTA, Radar Trenggalek – DPC Partai Demokrat Trenggalek terus mempersiapkan diri menyongsong pesta demokrasi 2024. Mereka pun menggelar kegiatan Pendidikan Politik Masyarakat, dengan tujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka menyongsong tahapan pemilu 2024. Kegiatan ini digelar di Hotel Hayam Wuruk pada Minggu (5/12) lalu. Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek Mugianto mengatakan, pihaknya tidak mau setengah-setengah dalam mempersiapkan diri.

Khususnya menyongsong tahapan pemilu 2024 yang segera bergulir. “Kami tentunya tidak mau setengah-setengah dalam mempersiapkan diri,” katanya.

Pria yang juga menjabat ketua Komisi 4 DPRD Trenggalek ini menambahkan, setiap pengurus partai harus siap mengejawantahkan program hingga tataran bawah. Sehingga mereka harus memberi pemahaman kepada seluruh kader, khususnya yang nantinya bertugas sebagai saksi di tempat pemungutan suara (TPS). “Tugas dan fungsi harus dipahami hingga tataran anak ranting. Apalagi nantinya pasti ada yang bertugas di TPS,” tambahnya.

Baca juga: Panhis Menduga ada Kejanggalan dalam Pilwabup Tulungagung

Pria ramah ini pun mengaku optimistis bisa berjaya pada pemilu 2024. Apalagi kepengurusan partai sudah bertekad untuk mengembalikan kejayaan dan kemakmuran rakyat seperti halnya pada zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Intinya kami ingin masyarakat Indonesia kembali makmur seperti zaman Pak SBY dulu. Sehingga kami mohon doa restu dan dukungannya,” tuturnya.

Sementara itu Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengakui pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Kendati demikian, dia juga mengingatkan agar seluruh pengurus dan kader memahami betul aturan main selama tahapan pemilu 2024. Tak terkecuali menyangkut larangan kampanye di tempat ibadah, pendidikan, maupun melibatkan aparat pemerintahan. Jika diabaikan hal itu bisa menjadi bumerang bagi partai itu sendiri. Karena bisa dilaporkan ke penyelenggaran pemilu.

“Saya meminta dengan sangat agar hal ini dipahami betul agar tidak menimbulkan efek negatif. Apalagi nantinya ujung-ujungnya dilaporkan,” katanya. (*/rka/dfs)

(rt/rak/ang/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia