TULUNGAGUNG - Sejatinya ada tiga kader PDI Perjuangan yang tahun ini bakal saling beradu di kontestasi Pilkada Tulungagung. Mereka adalah Maryoto Birowo, Gatut Sunu Wibowo dan Susilowati.
Keputusan dari DPP PDI Perjuangan, rekomendasi diberikan untuk Maryoto Birowo yang berpasangan dengan Didik Girnoto Yekti. Tetapi, Gatut Sunu Wibowo dan Susilowati memilih untuk meninggalkan partai banteng dan tetap maju Pilkada bersama dengan partai lainnya.
Bagi Maryoto Birowo, rekomendasi dari partai banteng merupakan sebuah kebanggaan. Sebuah kebanggaan karena telah dipercaya oleh DPP PDI Perjuangan untuk menjadi bakal calon bupati Tulungagung.
Dia menegaskan bakal menjaga amanah yang diberikan oleh PDI Perjuangan dengan sebaik mungkin. Tentunya dengan menenangkan Pilkada dan kembali terpilih menjadi Bupati Tulungagung.
“Amanah ini akan saya jaga dengan sebaik-baiknya,” kata Maryoto.
Untuk memenangkan kontestasi, Maryoto segera melakukan konsolidasi dan menjalin komunikasi dengan seluruh jajaran partai banteng. Dirinya juga tidak lupa untuk menjalin hubungan dengan partai politik (Parpol) lainnya.
Di sisi yang lain, Gatut Sunu Wibowo tak patah arang meski rekomendasi PDI Perjuangan tidak bisa didapatkan. Bos Romo Wijoyo Group itu tetap kekeuh pada niatan awalnya yakni maju di Pilkada Tulungagung.
Langkahnya maju Pilkada melalui partai lain ini sebenarnya juga melalui pertimbangan yang panjang.
Karena dia sendiri merupakan kader tulen PDI Perjuangan. Pun sebelumnya, dia juga telah berusaha keras untuk mendapatkan rekom dari partai yang selama ini diikuti.
“Tetapi dalam politik, hal seperti ini sudah biasa,” katanya.
Ada beberapa hal yang mendasarinya tetap maju Pilkada meski tidak bersama dengan PDI Perjuangan.
Yang paling utama, adalah banyaknya dorongan dari masyarakat akar rumput agar dirinya tetap maju di Pilkada. Selain itu, dia juga mempertimbangkan tim yang sudah terbentuk dan persiapan panjangnya untuk maju di kontestasi tahun ini.
“Karena momen seperti ini tidak bisa terulang lagi. Lima tahun yang akan datang, mungkin situasinya berbeda,” tutupnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra