Sabtu, 21 Jul 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Musrenbang RKPD Kabupaten Trenggalek Tahun 2019

Banyak Gagasan dan Lebih Interaktif

Jumat, 23 Mar 2018 11:14 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Musrenbang RKPD Kabupaten Trenggalek Tahun 2019

 TRENGGALEK – Sebagai upaya menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019, kemarin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Trenggalek menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) RKPD. Pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam sidang pleno yang berlangsung di Hall Hotel Hayam Wuruk kemarin. Yang membedakan, musrenbang tahun ini berlangsung lebih interaktif dan partisipatif sehingga banyak muncul gagasan-gagasan. Baik dari narasumber maupun peserta musrenbang terkait solusi penyelesaian permasalahan program pembangunan daerah.

 Pada kesempatan kemarin, Plt Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin memaparkan secara informatif tentang arah kebijakan pembangunan Trenggalek tahun 2019. Mulai dari capaian kinerja pembangunan daerah, program strategis, dan tema pembangunan tahun 2019, proyeksi pendapatan dan belanja daerah tahun 2019, cross cutting implementasi program strategis daerah, serta penjabaran usulan penganggaran. Beberapa item capaian kinerja diulas panjang lebar oleh lelaki yang akrab disapa Mas Ipin ini. Dapat disimpulkan meski beberapa indikator menunjukkan kenaikan capaian kinerja. Namun, ternyata masih berada di bawah angka provinsi dan nasional. “Sehingga kita butuh percepatan pembangunan,” kata Mas Ipin.

 Selanjutnya, tema pembangunan Trenggalek di tahun 2019 nanti adalah "Sinergitas percepatan pembangunan infrastruktur berkualitas untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan". Sehingga prioritas pembangunan di Kabupaten Trenggalek meliputi beberapa hal. Pertama, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang sinergis, berkualitas, berkelanjutan dan tahan bencana. Kedua, peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi informasi. Ketiga, Percepatan upaya penanggulangan kemiskinan berbasis gotong royong. Serta keempat, peningkatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dengan berbasis potensi lokal. Prioritas pembangunan ini kemudian terangkum lima dalam program strategis daerah, yaitu smart regency, pengembangan pertanian terpadu, Trenggalek Membangun, Trenggalek Gemilang, dan Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK).

 Berikutnya, Plt Bupati juga menyampaikan proyeksi pendapatan dan belanja daerah. Yaitu untuk pendapatan tahun 2019 diproyeksikan sebesar Rp 1,815 triliun. Sedangkan proyeksi belanja mencapai Rp 1,839 triliun. Dengan dilakukan cross cutting dari rencana belanja dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD), maka untuk pagu indikatif tahun 2019 untuk smart regency Rp 90,538 miliar, pertanian terpadu plus Rp 17,714 milyar, Trenggalek Membangun Rp 213,857 miliar, Trenggalek Gemilang Rp 26,691 miliar, dan GERTAK sebesar Rp 35,409 miliar.

 Proyeksi ini nantinya di-breakdown, diputuskan berdasarkan prioritas daerah melalui Musrenbang. Serta disinkronkan dengan pokok-pokok pikiran DPRD Trenggalek. “Mari kita kawal dari hasil musrenbang maupun pokok-pokok pikiran DPRD yang masuk secara konstitusional ini. Kita pastikan bahwa uang rakyat ini memang kita gunakan sebesar besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Mas Ipin.

 Selain pemaparan dari Plt Bupati, juga disampaikan paparan tentang e-planning dari perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Paparan tentang SAKIP dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jatim, dan paparan arah kebijakan provinsi dari Kepala Bakorwil Madiun. Pada kesempatan tanya jawab, juga ada beberapa masukan dari para peserta musrenbang, termasuk tenaga ahli Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN). Kemudian tindak lanjut dari sidang pleno, dilaksanakan juga sidang kelompok sesuai bidang yaitu bidang sosial budaya, bidang fisik prasarana, dan bidang perekonomian.

Di sela acara kemarin, juga diberikan penganugerahan Pangripta Jwalita Madya yang diberikan kepada Kecamatan Pogalan. Serta Pangripta Jwalita Pratama, juara 1 Kecamatan Bendungan, juara 2 Kecamatan Panggul, dan juara 3 Kecamatan Kampak. Penghargaan ini untuk mendorong setiap kecamatan untuk menyusun dokumen rencana pembangunan secara baik, konsisten, sinergis, terukur, serta dapat dilaksanakan guna mewujudkan dokumen perencanaan yang lebih baik dan bermutu. (ed/tin)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia