Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ciptakan Rasa Kekeluargaan Jadi Kunci Kekompakan

C
Penulis: Choirurrozaq❯
ciptakan-rasa-kekeluargaan-jadi-kunci-kekompakan
ciptakan-rasa-kekeluargaan-jadi-kunci-kekompakan

Menjaga kekompakan dan chemistry merupakan kunci grup dance Dazzling Wafe bisa menjuarai Virtual Dance Competition 2k20 yang diadakan Jawa Pos Radar Tulungagung dan Rumah Putih. Selain itu, bagi mereka mengikuti lomba tersebut, merupakan pengalaman pertamanya yang menantang dalam lomba dance yang diadakan secara virtual tersebut.


 


MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Kota, Radar Tulungagung.


 


Rasa senang dan bangga terlihat dari personel grup dance bernama Dazzling Wafe. Apalagi lomba dance secara virtual baru pertama mereka ikuti dari berbagai ajang perlombaan dance yang pernah mereka ikuti. Meski masih pelajar, terkait skill dance sudah tidak bisa diragukan lagi..


Salah satu personil Dazzling Wafe, Andhika Putra Mahesya mengatakan, dari berbagai lomba yang mereka juara, baru pertama kali ini mereka mengikuti lomba dance dengan konsep virtual. Tentu hal tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Dia bersyukur bisa menjadi juara 1 kategori pelajar dalam lomba dance virtual tersebut. “Kesannya mengikuti lomba dance virtual dari Jawa Pos Radar Tulungagung, kami semakin tertantang,” tuturnya.


Jika biasanya mereka mengikuti lomba secara langsung berhadapan dengan juri dan hanya bisa menampilkan satu kali perfom. Berbeda dengan lomba dance secara virtual, mereka harus mengulang hingga berkali-kali agar tampilanya terlihat sebaik mungkin. “Kalau biasanya kan langsung perfom dan dinilai juri. Tapi kalau virtual kami harus mengulang hingga tampilan kami bagus,” ujar Andhika, sapaan akrabnya.


Cowok asal Kecamatan Campurdarat itu mengungkapkan, grup dance Dazzling Wafe terdiri dari tiga personel yakni Andhika, Gista Anggraini dan Arsy Ribut Widya Putri. Dalam perisapanya mengikuti lomba dance virtual, mereka menghabiskan waktu dua minggu untuk mempersiapkan diri. Mulai dari membuat koreografi, latihan hingga tercipta dance yang diajukan dalam lomba tersebut. “Untuk koreografi kami harus membuat baru, karena jika lomba-lomba sebelumnya personel yang dilibatkan banyak. Dan untuk lomba ini hanya ada tiga personel, akhirnya kami harus koreografi baru. Kalau dulu kan bisa rame-rame dan koreonya bisa dibuat atraksi, tapi kalau tiga personel kami harus memutar otak agar koreo yang kami suguhkan bisa bagus,” jelasnya.


Dengan waktu dua minggu, mereka harus membuat tampilan dance bisa memukai juri. Meskipun dalam persiapanya hanya sembilan hari mereka latihan full. Karena beberapa dari personel juga ada yang bekerja. Jadi mereka harus menyamakan jam latihan di sela-sela kesibukanya masing-masing. “Kalau latihan fullnya hanya sembilan hari. dengan durasi maksimal dua jam setengah tiap harinya,” papar pemuda 19 tahun itu.


Salain itu, berbagai perlomaan dance di dalam kota maupun kota juga sering mereka ikuti dengan hasil sangat memuaskan. Dan kegiatan rutin yang mereka lakukan adalah membuat konten dance di Tik Tok dan project video dance di Instagram. Karya mereka pun mendapat apresiasi baik dari warganet. “Kami juga sering buat video dance di Instagram dan Tik Tok. Untuk viewer-nya juga lumayan banyak,” ungkap pemuda ramah itu.


Andhika menambahkan, kunci dalam dance adalah bagaimana bisa menciptakan suasana kekeluargaan untuk menciptakan chemistry dan kekompakkan antar personel. Sedangkan untuk memunculkan rasa kekeluargan, antar personel harus saling memahami satu sama lain. “Yang terpenting di dalam dance itu adalah rasa kekeluargaan. Agar chemistry dan kekompakkan bisa dapat. Untuk mewujudkan itu harus sering sharing atau bercerita satu sama lain agar bisa memahami,” pungkasnya.(*) 


Advertisement
Advertisement
Editor : Choirurrozaq

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer