Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Persiapan Hanya Empat Hari, Pastikan Tim Kompak

C
Penulis: Choirurrozaq❯
persiapan-hanya-empat-hari-pastikan-tim-kompak
persiapan-hanya-empat-hari-pastikan-tim-kompak


Berusaha semaksimal mungkin dan tetap berpikir positif menjadi modal dasar T-Squad untuk meraih gelar Juara I kategori umum ajang Virtual Dance Competition 2k20 yang digelar Jawa Pos Radar Tulungagung dan Rumah Putih Coffee House. Tim beranggotakan Diva, Destira, dan Cindy ini membutuhkan waktu sekitar empat hari untuk dapat tampil all out dalam ajang tersebut.


 


ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Kota, Radar Tulungagung


 


Berhasil menyabet sebagai Juara I kategori umum event Virtual Dance Competition 2k20 tidak pernah ada pada benak T-Squad. Tim yang digawangi oleh milenial energik seperti Diva Diara Audina, Cindy Magdalena, dan Destira Yoga Anjasmara ini mengaku banyak tantangan yang harus dihadapi untuk dapat meraih gelar juara. Diva yang mewakili teman-teman se-tim nya mengatakan setidaknya memerlukan waktu sekitar empat hari untuk mengikuti perlombaan yang digelar  Jawa Pos Radar Tulungagung yang  bekerja sama dengan Rumah Putih Coffee House ini. “Nggak nyangka bisa menang, apalagi kami persiapan hanya empat hari,” jelasnya.


Dara kelahiran 22 September 1995 ini melanjutkan, memiliki kesibukan masing-masing anggota membuat persiapan yang dilakukan terbatas dan benar-benar harus dimaksimalkan. Untuk itu selama empat hari itu, ketiganya menyiapkan mulai dari kostum yang dikenakan, materi gerakan atau koreografi yang akan dibawakan, hingga persiapan mental. “Jadi empat hari itu benar-benar kami persiapkan semaksimal mungkin. Kami juga tidak menarget dapat juara, yang penting dapat tampil yang terbaik, itu saja,” terangnya.


Selain terbatas dengan waktu lantaran kesibukan, membuat video dance di tengah pandemi juga menjadi tantangan. Terlebih selama pengambilan video berlangsung, protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Seperti menggunakan face shield. Untuk itu, sebelum memulai pengambilan gambar ia memastikan seluruh tim tetap kompak. Sehingga tidak ada miss dalam gerakan ketika pengambilan video. “Biasanya kami dance ya dance saja, ini harus menggunakan face shield, tentu kami harus berusaha bagaimana agar face shield ini tidak mengganggu gerakan kami dan menjaga kekompakan satu dengan yang lain,” urainya.


Meski demikian, alumnus SMAN 1 Kauman ini mengatakan jika hal tersebut menjadi tantangan mengasyikan bagi tim. Sebab dengan adanya pandemi Covid-19 tentu tidak memungkinkan diadakan kompetisi secara tatap muka. Untuk itu, dengan adanya Virtual Dance Competition 2k20 ini, ia mewakili seluruh tim mengucapkan terimakasih kepada Jawa Pos Radar Tulungagung sebagai penyelenggara. Karena dengan demikian, para penari (dancer) yang memiliki potensi tetap dapat eksis meskipun pandemi Covid-19. “Tentu sangat mengapresiasi kerja keras dari seluruh tim dan juga panitia dari Jawa Pos Radar Tulungagung, event ini membuat kami termotivasi untuk tetap produktif, semoga akan ada agenda serupa di kemudian hari,” harapnya.(*)



Advertisement
Advertisement
Editor : Choirurrozaq

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer