Persiapan Tim Lowo Studios Mengikuti RFF, Harus Siap Beradaptasi dengan Cuaca Buruk

KOTA, Radar Tulungagung– Persiapan matang menjadi senjata tim Lowo Studios dalam pembuatan film pendek di ajang Ratu Film Festival (RFF) 2024. Kendati telah mempersiapkan segala kebutuhan film, mereka harus dihadapkan dengan kondisi cuaca yang tidak stabil.
Personel tim Lowo Studios, Najjamudin Azra Zulham mengatakan, kini proses pengerjaan film telah memasuki tahap pascaproduksi. Dalam tahap ini telah memasuki proses editing sekitar 30 persen. Tak hanya itu, dalam mengerjakan film untuk ajang RFF ini, tim Lowo Studios akan memasuki tahap dubbing untuk beberapa pemeran. “Ada, nanti akan ada proses dubbing untuk beberapa talent,” ujarnya, kemarin (11/10).
Diketahui, proses pengerjaan film ini terbilang sangat singkat. Menurut dia, awal pengerjaan film dilakukan sekitar dua minggu terakhir pada Agustus lalu. Skenario film mulai ditulis dan selesai pada minggu ketiga September.
“Kalau proses pengambilan gambar berjalan selama 3 hari, sekitar tanggal 5 hingga 7 Oktober. Nah, ini sedang melakukan proses editing,” ucapnya.
Pengalaman dalam pengerjaan film pada ajang RFF tahun 2024 ini menjadi kesan pertama bagi tim Lowo Studios dalam membuat film pendek. Sebelumnya, tim Lowo Studios mengerjakan konten-konten hiburan di sosial media.
“Tahun ini kami memutuskan untuk mencoba projek baru, yakni film pendek dalam kompetisi RFF,” paparnya.

Pada pengalaman pertama inilah, pembuatan film pendek menjadi tantangan yang lebih besar dan lebih rumit bagi tim Lowo Studios. Bahkan, pengalaman ini dilalui dengan berbekal alat seadanya dan waktu yang cukup singkat.
Tentu dalam pengerjaan film pendek, tim Lowo Studios belajar bagaimana untuk mengatur baik waktu, tenaga, dan keuangan agar sesuai dengan perkiraan anggaran. Setelah segala persiapan sudah matang dan tinggal eksekusi, di tengah pengerjaannya, tim Lowo Studios harus dihadapkan dengan cuaca yang tidak tentu.
“Kami harus menyesuaikan cuaca yang mulai hujan, gerimis, lokasi yang tiba-tiba tidak memungkinkan untuk dipakai syuting pada hari itu. Namun dari proses tersebut kami mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang sangat penting,” ungkapnya.
Pada ajang RFF tahun ini, tim Lowo Studios memproduksi film pendek bergenre drama. Hal ini dipilih lantaran cerita dalam skenario mengangkat ihwal topik-topik permasalahan yang akan dialami dan dekat dengan anak muda. “Harapannya film ini dapat menghibur dan mendapatkan tempat di seluruh kalangan,” tandasnya.(ziz/c1/wen)



