Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

11.500 Orang Belum Perekaman e-KTP

Rata-Rata TKI

12 Juli 2017, 09: 31: 58 WIB | editor : Andrian Sunaryo

Seputar Perekaman e-KTP

Seputar Perekaman e-KTP (Hendra Novias/RAdar Tulungagung)

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung harus bekerja keras terkait perekeman e-KTP. Pasalnya, dari jumlah penduduk wajib e-KTP sekitar 835 ribu jiwa, baru sekitar 823.500 jiwa yang melakukan perekaman. Artinya, yang masih tersisa 11.500 jiwa yang belum melakukan rekam e-KTP.

Kepala Dispendukcapil Tulungagung, M. Justi Taufik mengaku pihaknya telah berupaya agar seluruh warga wajib e-KTP melakukan perekaman. Namun nyatanya, diketahui rerata warga yang belum melakukan rekam e-KTP tidak berada di tempat atau di Tulungagung. Seperti salah satunya, menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Sehingga, wajib e-KTP tersebut tidak bisa melakukan rekam e-KTP. 

“Rerata yang belum perekaman diketahui bekerja menjadi TKI. Dan tidak mungkin mereka pulang tanpa ada cuti hanya untuk mengurus e-KTP,” katanya.

Kendati demikian, bukan berarti Dispendukcapil membiarkan warga yang belum rekam e-KTP. Maka, untuk menuntaskan wajib e-KTP salah satunya dengan sosialisasi yang melibatkan kecamatan. Bahkan, pihaknya juga bekerjasama dengan pemerintah desa jika memang ada warga yang berkebutuhan khusus atau difabel maka Dispendukcapil akan jemput bola.

“Diketahui di lapangan nyatanya banyak warga yang beranggapan KTP lama atau non elektronik itu masih berguna, sehingga mereka enggan memperbaharui. Maka dari itu peran sosialisasi sangat penting. Dan perekaman sebenarnya bisa dilakukan di kecamatan masing-masing tidak perlu jauh ke Dispendukcapil,” tuturnya.

Justi menambahkan, dari 823.500 warga yang sudah terekam, pihaknya telah mengeluarkan surat keterangan (suket)  sebanyak 40 ribu lembar. Namun sayang, untuk data suket yang masih dalam send for enroll (SFE) dan belum diterima oleh pusat sekitar 12.500. Hal itu disebabkan karena ada gangguan pengiriman, mengingat banyak data yang masuk ke pusat.

“Sedangkan yang siap print ada sekitar 9.500 data. Dan saat ini dalam proses pencetakan,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang pengurus e-KTP, Cahyo Budi mengatakan pihaknya baru melakukan perekaman karena baru pulang Hongkong. Dia telah bekerja sejak 2011 lalu, dan baru mendapatkan cuti lama yakni mulai Mei lalu.

“Mumpung di rumah, dan diinfokan jika KTP lama tidak berlaku jadi segera mengurusnya,” katanya. (lil/wen)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia