Rabu, 22 May 2019
radartulungagung
icon featured
Trenggalek
SIM

Berbeda, Pemohon Waswas

25 Juli 2017, 10: 17: 09 WIB | editor : Andrian Sunaryo

TETAP BERLAKU : Kasatlantas AKP Ricky menunjukkan contoh SKP SIM yang diterbitkan Polres Trenggalek yang bisa digunakan di wilayah Indonesia.

TETAP BERLAKU : Kasatlantas AKP Ricky menunjukkan contoh SKP SIM yang diterbitkan Polres Trenggalek yang bisa digunakan di wilayah Indonesia. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

Keterlambatan pengiriman material SIM dari Korlantas membuat sebagian pemohon di Kota Keripik Tempe cemas. Hal itu terkait bentuk Surat Keterangan Pengganti (SKP) SIM yang diterbitkan oleh Satlantas Polres Trenggalek, tidak sama seperti yang beredar di berbagai media sosial (medsos). Tak ayal hal tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan terkena tilang jika menggunakannya di luar daerah.

Salah satu pemegang SKP SIM dari Kecamatan Kampak M. Mahfud mengatakan, setelah selesai mengurus SIM dan menerima SKP dirinya sempat kaget. Sebab, SKP yang diberikan hanyalah selembaran bukti pembayaran yang dilengkapi secarik kertas kecil dengan memuat keterangan SIM dalam proses. “Makanya, setelah menerima saya berulangkali bertanya kepada petugas, apakah benar SKP hanya seperti ini, dan setelah diberi penjelasan langsung pulang,” paparnya.

Dia melanjutkan, pertanyaan tersebut dilontarkan untuk mengetahui apakah SKP tersebut hanya berlaku di Trenggalek, atau bisa digunakan di daerah lain atau tidak. Maklum, bentuk SKP sedikit berbeda jika dibandingkan contoh SKP SIM yang disosialisasikan Korlantas Polri dan telah tersebar melalui berbagai media online dan medsos. Penampilan yang mencolok dari dua SKP tersebut adalah tidak terdapatnya foto pemohon yang berhak memegangnya. “Semoga saja keterangan yang diberikan petugas benar, dan saya tidak ditilang jika menggunakannya untuk berkendara di luar daerah sebab bentuknya jelas berbeda,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Kamaludin Bahari, salah satu pemohon SIM dari Kecamatan Watulimo. Dia mengatakan, seharusnya petugas menerbitkan SPK sesuai apa yang disosialisasikan tersebut. Ini dilakukan untuk menepis keraguan di masyarakat tentang keabsahan penggunaanya, sebab banyak masyarakat dari Trenggalek yang pergi keluar daerah dengan menggunakan kendaraan pribadi. “Kasihan jika telah mengurus SIM namun ditilang ketika berkendara di daerah lain karena SPK tidak berlaku di tempat itu, makanya kami butuh penjelasan lebih terkait ini,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, melalui Kasatlantas AKP Ricky Tri Dharma mengatakan, masyarakat yang telah melakukan pengurusan SIM baru dan dinyatakan lulus juga perpanjangan SIM pada akhir-akhir ini tidak usah bingung. Sebab SKP SIM yang diterbitkan oleh Satlantas bisa digunakan di seluruh wilayah Indonesia. “Seluruh petugas telah diberi sosialisasi tentang hal ini, pastinya mereka tidak akan menilang bagi pengendara yang menggunakan SKP ini,”  ungkapnya.

Sedangkan, terkait kapan SKP tersebut ditukar dengan SIM yang sesungguhnya, dirinya belum bisa menjawab. Sebab pengadaan material SIM dilakukan oles Korlantas Polri, sehingga Polres/ Polresta maupun Polrestabes hanya menerimanya jika dikirimkan. Pastinya jika material SIM telah ada, nantinya Satlantas akan langsung menginformasikan kepada seluruh masyarakat pemegang SKP. “ Kami telah memiliki nomor kontak pemegang SKP SIM, sehingga nantinya jika material telah ada mereka akan langsung dihubungi,” jelasnya. (jaz/tri)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia