Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Sudah Ada Edaran Tarif Rusunawa Prigi

Pemdes Merasa Kurang Dilibatkan

31 Juli 2017, 16: 00: 03 WIB | editor : Andrian Sunaryo

MEGAH : Rusunawa Prigi ini berlantai empat lengkap dengan minimarket di lantai dasar.

MEGAH : Rusunawa Prigi ini berlantai empat lengkap dengan minimarket di lantai dasar. (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Tidak lama lagi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Prigi bisa ditempati. Indikasinya, masyarakat sekitar sudah mengetahui tarif rusunawa tersebut.. “Iya benar, kami sudah dapat edaran mengenai besarnya tarif untuk menghuni rusunawa tersebut,” ungkap Riyono, Kepala Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, kepada koran ini.

Riyono mengaku, meski demikian  selama ini pemerintah desa kurang dilibatkan dalam penyelenggaraan hunian murah tersebut. Untuk itu proses atau tahapan secara detailnya tidak begitu mengetahui. Pihaknya hanya diberikan surat edaran mengenai biaya atau tarif bagi mereka yang nantinya menempati hunian tersebut. “ Seperti ini masih dalam tahap pembahasan perbup,” katanya.

Meski begitu, dalam surat edaran tersebut sudah dicantumkan nominal biaya. Contohnya, lantai bawah atau lantai dasar tarifnya sebesar Rp 100 ribu tiap bulan, lantai dua sebesar Rp 200 ribu, lantai tiga Rp 150 ribu per bulan dan lantai empat tarifnya Rp 95 ribu per bulan. Dijelaskan pula, besaran tarif tersebut dapat ditinjau kembali berdasarkan kesapakatan bersama. Mungkin dengan maksud antara pengguna rusun dengan pengelola Rusunawa tersebut. Tarif itu belum termasuk, biaya listrik, air dan biaya kebersihan. “ Perkiraannya untuk air Rp 50 ribu per bulan, listriknya Rp75 ribu per bulan dan untuk kebersihannya Rp 20 ribu  per bulan,” katanya.

Menurut dia, karakter warga desa kampung baru gampang-gampang susah. Selain itu, kondisi ekonomi mereka juga perlu dipahami oleh semua pihak. Mereka yang rencananya menempati hunian tersebut berlatar belakang nelayan. Artinya, ada waktunya panen yang membuat kantong mereka sangat tebal, namun ada juga musim paceklik ikan sehingga membuat kemampuan ekonomi mereka berada pada titik sangat rendah. “ Kalau pas ada uang biaya–biaya itu sangat ringan, tapi kalau pas paceklik ya sangat kasihan,” imbuhya.

Riyono menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya didatangi oleh belasan warga calon penghuni rusunawa. Mereka memberikan gambaran ketika nanti benar-benar menjadi penghuni rusunawa. Kebanyakan dari mereka sepertinya condong memilih untuk tinggal di lantai satu. Padahal cakupan di lantai dasar tersebut tentunya sangat terbatas. Untuk itu, pihaknya berharap dinas perumahan dan permukiman juga menganalisa kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas membangun melainkan juga bisa menjawab kebutuhan warga. “ Kami ini kan serba gak enak. Gak ikut membahas, tapi selalu menjadi jujugan pertanyaan warga,” katanya.

Sayang hingga koran ini selesai ditulis, belum ada kejelasan mengenai besaran pasti untuk tarif dan rencana untuk pengelolaan rusanawa Prigi. Mengingat, yang bersangkutan, dalam hal ini Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKLH) belum ada tanggapan, kendati sudah dihubungi berkali-kali. (*)

(rt/muh/dre/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia