Senin, 24 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek
DINKES

Putus Penyebaran Virus

• Canangkan Kampanye dan Introduksi IMR

Selasa, 08 Aug 2017 15:05 | editor : Andrian Sunaryo

SANGAT ANTUSIAS : Bupati Emil memukul gong tanda pembukaan, pencanangan kampanye dan introduksi imunisasi MR di SDN 2 Surodakan.

SANGAT ANTUSIAS : Bupati Emil memukul gong tanda pembukaan, pencanangan kampanye dan introduksi imunisasi MR di SDN 2 Surodakan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Trenggalek selalu berperan aktif dalam mensukseskan progam pemerintah pusat untuk memberi kekebalan generasi muda terkait penyakit campak dan rubella. Buktinya kemarin (7/8) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikepalai dr. Sugito Teguh tersebut melaksanakan Pencanangan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) di SDN 2 Surodakan.

Hadir dalam pencanangan tersebut, Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Ketua TP PKK Trenggalek Arumi Bachsin, unsur Forkopimda beserta istri, Sekda Ali Mustofa, para kepala OPD di lingkup Pemkab Trenggalek, serta tamu undangan. Pencanangan tersebut dibuka dengan pemukulan gong oleh Bupati Emil yang diikuti dengan pelepasan balon oleh Ketua TP PKK Trenggalek Arumi Bachsin.

Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak mengatakan, imunisasi MR ini perlu dilakukan terhadap anak dengan usia sembilan bulan hingga 15 tahun. Sebab, kendati penyakitnya hanya campak dan bisa sembuh sendiri, namun jika menular kepada ibu hamil pasti berakibat keguguran atau bayi lahir mengakibatkan cacat bawaan. “Memang yang diberi vaksin bukan ibu-ibu hamil atau orang usia dewasa, namun dengan pemberian vaksin terhadap anak-anak dengan usia itu, kita meminimalisir penularannya,” jelasnya.

Lanjut Bupati Emil, untuk itu nanti Dinkes P2KB akan bekerjasama dengan OPD terkait dalam memberikan vaksin terhadap 146 ribu anak di wilayah Trenggalek selama dua bulan kedepan. Sehingga, imunisasi MR akan diberikan diseluruh sekolah mulai dari PAUD hingga SMP baik negeri maupun swasta. Sedangkan, anak usia sekitar 15 tahun namun sudah masuk SMA sederajat, bisa langsung datang ke Puskesmas untuk imunisasi. “Hal ini perlu di-screening agar semua anak bisa mendapatkannya, sedangkan khusus anak yang belum bersekolah akan dilakukan di Posyandu,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinkes P2KB, dr. Sugito Teguh menambahkan sebenarnya imunisasi tersebut sudah mulai dilaksanakan Selasa (1/8) lalu. Dan, hingga kemarin Dinkes telah memvaksin kepada 19.263 anak di tingkat SD maupun SMP. Itu karena seluruh masyarakat dan lingkungan sekolah memahami pentingnya imunisasi, sehingga tidak ada penolakan. “Dengan hasil seperti itu kami optimistis hingga akhir September mendatang target  146 ribu anak diberi vaksin akan tercapai,” tuturnya.

Terkait pemberian vaksinasi sendiri terlebih dahulu Dinkes P2KB menyasar pada anak usia sekolah. Jika semua telah selesai pada bulan berikutnya (awal September) pemberian vaksinasi MR akan menyasar anak usia sekolah Paud, TK, hingga ke Posyandu dan Puskesmas bagi anak yang belum bersekolah atau balita. Dalam pemberian vaksinasi sendiri anak harus dalam keadaan sehat, sehingga jika ada anak yang waktu diadakan pemberian vaksi dalam kondisi tidak sehat bisa langsung datang ke Puskesmas di kemudian hari.

Pemberian vaksinansi ini perlu dilakukan untuk memberi kekebalan terhadap anak akan dua penyakit tersebut yaitu measles atau gabak dan rubella atau gabak Jerman. Sebab penyakit measles jika menyerang anak-anak berakibat komplikasi penyakit lain seperti radang paru-paru, penyakit dalam otak hingga menimbulkan kematian. Sedangkan, rubella kalau terkena pada anak-anak gejalanya ringan dan bisa sembuh sendiri, namun jika tertular ke ibu hamil bisa mengakibatkan bayi yang dikandung keguguran atau lahir hampir 100 persen dalam keadaan cacat. “Pemberian imunisasi ini selain memberi kekebalan terhadap anak-anak kita, juga menghilangkan virus agar ibu-ibu hamil juga aman,” jelas dr. Teguh. (*)

(rt/zak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia