Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Sebulan Pantai Gemah Meraup Rp 152 Juta

09 Agustus 2017, 16: 15: 42 WIB | editor : Didin Cahya FS

BISA GENJOT PAD : Beberapa wisatawan bermain di bibir Pantai Gemah di Desa/Kecamatan Besuki.

BISA GENJOT PAD : Beberapa wisatawan bermain di bibir Pantai Gemah di Desa/Kecamatan Besuki. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

 TULUNGAGUNG – Sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor bidang  pariwisata, mulai membuahkan hasil. Meski pada Juni  lalu Pemkab Tulungagung baru menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pihak Perum Perhutani KPH Kediri, terkait pengelolaan Pantai Gemah, di Desa/Kecamatan Besuki.

Kabid Pengembangan Wisata Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Heru Juniarto menyatakan, keberadaan Pantai Gemah berpotensi menjadi salah satu sumber pariwisata yang mampu menggenjot PAD.

Dari satu bulan terakhir dari bagi hasil perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan Pantai Gemah yang disepakati pada 12 Juni lalu, antara Perum Perhutani KPH Kediri, Pemkab Tulungagung melalui disbudpar, dan pemerintah desa yang diwakili Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), ternyata pemerintah daerah mendapatkan dua profit sharing. Yakni, 20 persen dari parkir dan 25 persen dari tiket masuk.

“ Melihat kawasan lahan itu, sebelum cemara milik Perhutani, sedangkan cemara sampai laut milik pemkab. Jadi ada dua sharing yang disetujui dengan pembagian dari tiket parkir 30 persen Perhutani, 20 persen pemda, 50 persen pemdes sedangkan tiket masuk 15 persen Perhutani, 25 persen pemda dan 50 persen pemdes,” katanya.

Dan hasilnya satu bulan pendapatan daerah sekitar Rp 152 juta. Dengan begitu pendapatan tersebut lebih besar   dibadingkan lima wisata yang dikelola dari PKS sebelumnya, seperti Pantai Kedung Tumpang, Pantai Sanggar, Gunung Budeg, Air Terjun Jurang Senggani dan Lawean.“ Yang kami setorkan sejumlah itu. Lumayan hasilnya. Tapi itukan terdukung karena Lebaran bareng liburan sekolah. Jadi pengunjungnya membeludak,” katanya.

Heru sapaan akrab Heru Juniarto ini mengakui, meski bisa meraup hasil lumayan, namun masih belum menentukan berapa target PAD yang harus disetorkan ke daerah. Sebab, harus melihat bagaimana antusias perkembangan wisata tersebut selanjutnya, apakah stabil atau menurun.

“Sebenarnya kami sudah diminta badan pendapatan daerah untuk menargetkan PAD yang disetor dari sektor pariwisata. Lantaran masih uji coba, maka kami belum menargetkan besar. Hanya memberikan informasi di bawah Rp 100 juta. Lima wisata lain di bawah Rp 7 juta,” katanya.

Melihat perkembangan itu, kewajiban pemkab menambah fasilitas yang ada di beberapa wisata tersebut misalkan  toilet, dan lainnya. Di Pantai Gemah direncanakan akan menambah daya tarik dengan menambah wahana flying fox, seperti yang ada di Pantai Pacitan dan Trawas.

“ Kami mengusulkan pada perubahan anggaran keuangan   2017 ini, dengan menambah wahana baru seperti flying fox dengan bentang panjang lebih dari 650 meter karena lokasinya mendukung,” pungkasnya.

(rt/lai/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia