Jumat, 22 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal
Penipuan dan Penggelapan

Pinjam Motor, Digadaikan

16 Agustus 2017, 07: 42: 25 WIB | editor : Whendy Gigih Perkasa

DIAMANKAN: Zainul Arifin (paling kanan) saat dibawa polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

DIAMANKAN: Zainul Arifin (paling kanan) saat dibawa polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Polisi for RATU)

Zainul Arifin, alias Maronce warga Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria berusia 41 tahun itu diduga menggelapkan motor Yamaha Byson milik korban bernaa Ahmad Munir, warga Desa Tunggangri. Pelaku ditangkap di bengkel tempatnya bekerja di kawasan Desa Tanjung Jumat (11/8).

Kapolres Tulungagung AKBP Yong Ferrydjon melalui Kapolsek Kalidawir M.Ilyas, mengatakan pelaku ditangkap sekitar pukul 15.00. Pengungkapan kasus penggelapan itu berdasar laporan korban Kamis (10/8). Saat itu korban mengaku motor dengan nopol AG 4355 OG miliknya, dibawa pelaku sejak Januari lalu.

Sebenarnya pada akhir Januari lalu pelaku dan korban sempat bertemu. Ketika korban meminta kembali motornya, pelaku mengaku motor sudah digadaikan. Namun saat itu pelaku berjanji akan segera menebusnya. “Setelah menunggu beberapa bulan, motor tidak juga kembali. Merasa ditipu, korban melapor ke polisi,” ungkap M.Ilyas.

Mendapat laporan itu, polisi langsung memburu pelaku. Selang satu hari pasca pelaporan korban, pelaku berhasil dibekuk. Saat ditangkap, pelaku mengaku motor milik korban sudah digadaikan kepada orang lain berinisial S, warga Kecamatan Boyolangu. Motor digadaikan senilai Rp 3,5 juta. "Kami langsung telusuri sepeda motor hasil penggelapannya, tapi ternyata sudah tidak ada," kata Ilyas.

Pelaku mengaku uang hasil gadai dihabiskan untuk kesenangan dan keperluan sehari-hari. Kemudian sebelum kejadian korban sempat menanyakan kepada tersangka tempat menggadaikan sepeda motor, dan apakah laku jika sepeda motor tersebut digadaikan sebesar lima juta. "Jadi tersangka ini menggadaikan sepeda motor tanpa seizin korban, dan uangnya tidak diberikan kepada korban juga," ujar Ilyas lagi.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas masih menyelidiki keberadaan barang bukti. Dimungkinkan ada pelaku lain dalam kasus ini. Pelaku sendiri akan dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. 

(rt/whe/whe/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia