Sabtu, 17 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Mayoritas Pemilih Jokowi Coblos Gus Ipul-Mbak Puti

Jumat, 23 Mar 2018 10:35 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Mayoritas Pemilih Jokowi Coblos Gus Ipul-Mbak Puti

SURABAYA – Hasil survei lembaga Charta Politika mengungkap sisi lain di balik keunggulan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti).

Pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Jawa Timur mayoritas memberi dukungan pada kandidat nomor 2 itu. Total angkanya bahkan jomplang dari pasangan Khofifah-Emil Dardak. “Hasil survei kami, awal Maret lalu, suara Jokowi di Jawa Timur untuk Pilpres 2019 mencapai 58,7 persen,” kata Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika di Surabaya, Kamis (22/3).

Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 51,3 persen pemilih Jokowi di Jawa Timur memilih Gus Ipul-Mbak Puti. Sebaliknya, Khofifah-Emil Dardak dipilih 35,9 persen oleh pemilih Jokowi.

Selisih keduanya mencapai 15,4 persen. Sementara, masih 12,8 persen pemilih Jokowi yang belum memutuskan pilihan di pilkada Jawa Timur. “Terlihat jelas, pemilih Jokowi jauh lebih sreg mencoblos Gus Ipu-Mbak Puti dibanding Khofifah-Emil,” ujar Yunarto Wijaya.

Mengapa muncul hasil seperti di atas? Ada sejumlah hal yang dinilai jadi penyebab. Pertama, dukungan Jokowi pribadi kepada cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno. Sikap Jokowi ini diumumkan Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah beberapa waktu lalu.

“Sebagai kader PDIP, Pak Jokowi mendukung Mbak Puti. Apalagi Mbak Puti adalah cucu Bung Karno, Sang Proklamator yang sangat dihormati Pak Jokowi,” kata Basarah.

Rupanya, pesan ini ditangkap jelas oleh warga Jawa Timur. Pesan ini memandu pemilih Jokowi untuk mencoblos Gus Ipul-Mbak Puti. “Faktor kedua, program Gus Ipul-Mbak Puti yang memperkuat program Nawacita milik Presiden Jokowi,” ujar Yunarto.

Program Gus Ipul-Mbak Puti yang punya efek jelas yakni pendidikan gratis untuk SMA/SMK, kebijakan anggaran Madin Plus untuk madrasah diniyah, pengembangan infrastruktur, dan tambahan Rp 1 triliun untuk Pulau Madura. Gus Ipul-Mbak Puti juga akan mengembangkan kawasan selatan. Yakni dari Pacitan sampai Banyuwangi.

Pasangan religius dan nasionalis itu juga memberi perhatian terhadap ekonomi kreatif, anak-anak muda milenial, pengembangan pedesaan, hingga pemberdayaan perempuan. Semua itu wujud penguatan Nawacita Jokowi. “Jadi, pemilih Jokowi dan Gus Ipul-Mbak Puti rasional. Mereka memilih berdasar pertimbangan yang jelas,” kata Yunarto.

Faktor ketiga, kedekatan partai politik pengusung. Pada Rakernas ke-3 lalu, PDIP telah menetapkan Jokowi sebagai Calon Presiden 2019. Untuk pilkada Jawa Timur, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mencalonkan Gus Ipul-Mbak Puti. “Masyarakat menangkap pesan jelas dan tegas bahwa terdapat garis lurus antara Jokowi dan Gus Ipul-Mbak Puti,” kata Yunarto.

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia