Minggu, 18 Nov 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Puti Guntur Kampanyekan SMA/SMK Gratis

Senin, 09 Apr 2018 09:02 | editor : Anggi Septian Andika Putra

SUARA PEREMPUAN : Turun kampanye di Blitar, cawagub nomor 2 Puti Guntur Soekarno menggaet suara pemilih perempuan. Cucu Bung Karno itu menemui penggiat koperasi dan eks-TKI. Puti Guntur mengampanyekan pendidikan gratis untuk SMA/SMK negeri

SUARA PEREMPUAN : Turun kampanye di Blitar, cawagub nomor 2 Puti Guntur Soekarno menggaet suara pemilih perempuan. Cucu Bung Karno itu menemui penggiat koperasi dan eks-TKI. Puti Guntur mengampanyekan pendidikan gratis untuk SMA/SMK negeri (TIM PUTI GUNTUR FOR RATU)

BLITAR – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) nomor 2 Puti Guntur Soekarno berkampanye di Blitar (kota dan kabupaten) seharian, kemarin (8/4). Puti bertemu pemilih kaum perempuan, penyandang disabilitas, hingga nyekar ke makam kakeknya, Bung Karno, di Kelurahan Bendogerit.

Putri semata wayang Guntur Soekarno itu didampingi Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Marhaenis yang kemarin cuti. Saat kampanye di wilayah Kota Blitar, Puti ganti didampingi Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar dan Wakil Wali Kota Santoso.

Kegiatan Puti dimulai dengan bertemu para mantan pekerja migran (TKI) dan penggiat koperasi di Desa Kanigoro. Puti mengangkat program pemberdayan perempuan pada perekonomian keluarga. “Gus Ipul dan saya memberi perhatian besar terhadap penguatan ekonomi kaum perempuan. Kami berdua punya komitmen di bidang UMKM, dengan bantuan modal dan pendampingan kerja,” kata Puti Guntur di depan ibu-ibu penggiat koperasi dan eks-TKI.

Puti disambut meriah oleh ibu-ibu penggiat koperasi dan eks-TKI. Mereka menunjukkan hasil kerja kreatif mereka. Salah satunya batik. Puti mengamati karya mereka. “Sudah bagus, baik kualitas maupun motif. Ibu-ibu punya banyak kesempatan untuk meningkatkan motif yang kreatif. Bisa dikolaborasi dengan mendatangkan seniman dan desainer,” kata Puti.

Mendapat penjelasan itu, salah seorang perajin batik Eni Suciwati merasa senang. Batik adalah warisan leluhur. Dan setiap daerah memiliki ciri khas. “Kami tunggu Mbak Puti mendatangkan seniman dan desainer,” kata Eni.

Blitar terletak di kawasan selatan Jawa Timur yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi. Kawasan selatan ini bisa dibilang menyumbang pekerja migran yang sangat besar ke luar negeri. Sebab, setiap tahun dilakukan pengiriman TKI.

Di Kabupaten Blitar, para eks-TKI itu membentuk wadah yang diberi nama Pertakina atau Perkumpulan Purna TKI Indonesia. Selain di Blitar, Pertakina berjaringan di Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, dan Ngawi.

Anggota Pertakina kebanyakan perempuan yang telah berhenti bekerja di luar negeri. “Kami mendukung Gus Ipul-Mbak Puti untuk penguatan UMKM. Semoga Gus Ipul-Mbak Puti jadi. Terpilih,” kata Sucipto, penggagas Pertakina di Kabupaten Blitar.

Menurut survei Indo Barometer yang dirilis Selasa pekan lalu di Jakarta, kekuatan Puti Guntur Soekarno terletak pada pemilih perempuan. Sebanyak 100 persen responden memilih Puti Guntur karena alasan sama-sama perempuan. “Para pemilih perempuan adalah segmen pemilih yang harus saya temui, saya dengarkan, dan saya serap padangan-pandangan mereka,” kata Puti Guntur.

Kemarin, Puti Guntur teringat perjuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam memperjuangkan pendidikan gratis SMA/SMK negeri. Upaya itu dilakukan dengan melakukan uji materi atas UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya submateri urusan SMA/SMK yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Gus Ipul dan saya sudah merumuskan rencana pendidikan gratis untuk SMA/SMK negeri, seperti yang sebelumnya dinikmati warga Blitar, sebelum diambil-alih Pemrov Jawa Timur tahun 2017. Bagi kami, pilkada adalah momentum perubahan kebijakan yang tidak sesuai kepentingan rakyat,” kata Puti.

Di luar belanja pegawai, kata Puti, kebutuhan pendidikan gratis di Jawa Timur diperkirakan menyerap Rp 1,5 triliun. Sementara APBD Jawa Timur 2018 mencapai Rp 30 triliun. “Saya kagum dengan Pemkot Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar yang memberi perhatian besar terhadap urusan pendidikan,” katanya.

Bagi Gus Ipul dan Puti Guntur, APBD Jawa Timur harus dikelola semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Dan salah satu kepentingan warga adalah jaminan pendidikan oleh pemerintah. “Hak-hak pendidikan warga sebisa mungkin kita berikan jaminan. Mereka adalah tunas-tunas baru, penerus masa depan negeri ini,” jelasnya.

Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar menyambut baik rencana kebijakan Gus Ipul-Puti Guntur itu. “Saya yakin, warga Blitar akan gembira dengan rencana kebijakan itu,” kata Samanhudi.

Saat SMA/SMK negeri masih dikelola Pemkot Blitar, Samanhudi berani mematok alokasi 44 persen APBD untuk membiayai pendidikan gratis.

Bupati Blitar Rijanto juga berkata sama. Program pendidikan gratis untuk SMA/SMK negeri yang dikampanyekan Gus Ipul-Puti Guntur kelak akan meringankan beban ekonomi masyarakat. “Angka putus sekolah pasti bisa ditekan rendah. Beban keuangan masyarakat juga pasti lebih ringan karena Pemprov Jawa Timur memberi jaminan pendidikan bebas biaya. Sekali lagi, itu bisa dinikmati kalau Gus Ipul-Mbak Puti terpilih,” kata Rijanto.

Di Kabupaten dan Kota Blitar, PDI Perjuangan (PDIP) manargetkan kemenangan besar untuk Gus Ipul-Puti Guntur. Mereka bekerja keras membangun dukungan di masyarakat. “Gus Ipul calon gubernur yang berpengalaman mengelola Jawa Timur. Mbak Puti adalah cucu Bung Karno. Seluruh jajaran partai kami telah bekerja keras untuk memenangkan pasangan itu,” kata Ketua DPC PDIP Kota Blitar Mohmmad Samanhudi Anwar.

Di Kabupaten Blitar, PDIP juga mengerahkan jaringan pengurus dan kader-kadernya. “Kami kerja gotong-royong untuk memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti,” kata Marhaenis, Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar .(*/ed/din)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia