Senin, 24 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Kolom
Oleh: Herastuty Hardjono

Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

Jumat, 20 Apr 2018 09:12 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Penulis : Herastuty Hardjono, Guru SMPN 1 Bendungan

Penulis : Herastuty Hardjono, Guru SMPN 1 Bendungan

Zaman terus berubah. Tidak ada suatu bangsa berperadaban unggul secara abadi tanpa kelenturan budaya yang tinggi. Peradaban suatu bangsa tidak pernah linier. Budaya berkaitan dengan mentalitas progresif suatu bangsa. Hanya bangsa yang berbudaya maju yang dapat berperan dalam kehidupannya.

Budaya maju tidak tercipta secara tiba-tiba. Bangsa berbudaya maju mengelola pengalaman dan pendidikan secara visioner. Pengalaman berkaitan dengan jalan hidup yang berlangsung, sedangkan pendidikan berkaitan dengan upaya untuk mempersiapkan kelangsungan hidupnya. Karena itu, setiap bangsa selalu berusaha menguatkan sistem pendidikannya agar berbudaya maju.

Budaya bangsa kita saat ini mendesak untuk ditingkatkan. Daya saing rendah, kinerja payah. Demikian juga prestasi pendidikan. Sistem pendidikan kita belum benar-benar difokuskan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendidikan saat ini sedang berkutat pada upaya untuk mengejar ketertinggalan dengan indikator yang berlaku saat ini. Perubahan kurikulum, kebijakan sertifikasi guru, dan berbagai program diluncurkan hanya untuk mencapai indikator kemajuan saat ini. Untuk mencapai indikator tersebut memerlukan waktu. Saat indikator tersebut tercapai, dapat dipastikan bahwa indikator pendidikan yang kuat sudah berubah. Karena itu, sistem pendidikan perlu diperkuat.

Hingga saat ini, sistem pendidikan di negara kita belum visioner sehingga budaya bangsa belum pernah unggul. Sistem dan kebijakan pendidikan tidak pernah memberi solusi permasalahannya sendiri. Sistem pendidikan nasional harus membuat lompatan. Secara sederhana, anak-anak sekolah harus dididik untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan 30 sampai 40 tahun ke depan, di saat mereka berusia produktif nanti. Karena itu, rencana pelaksanaan matapelajaran masa depan merupakan kebijakan cerdas untuk membuat lompatan pendidikan. Metode dan target kurikulum harus visioner dan melibatkan semua komponen. Target pendidikan harus melampaui standar TIMSS dan PISA. Delapan Standar Nasional Pendidikan juga harus futuristik. Dengan demikian, target untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan akan lebih mudah tercapai.

Penulis adalah Herastuty Hardjono, Guru SMPN 1 Bendungan

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia