Rabu, 19 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Tulungagung
Kartini's Day

Ariyani Pramesti, Tak Pernah Tinggalkan Kodratnya sebagai Ibu

Sabtu, 21 Apr 2018 09:44 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Ariyani Pramesti, istri Hendry Setiawan

Ariyani Pramesti, istri Hendry Setiawan

Hari ini (21/4) adalah Hari Kartini. Kartini adalah perempuan yang mampu mendobrak sekat antara kaum pria dengan perempuan di Indonesia. Kala itu, kaum perempuan hanya ngurusi dapur, sumur, dan kasur. Tapi kini tidak lagi. Sekarang perempuan bisa maju tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.

Seperti yang dilakoni Ariyani Pramesti. Selain moncer dalam karir, ibu tiga anak ini juga sukses membuat karir sang suami Hendry Setiawan  melesat. Tidak hanya itu, anak-anaknya pun berhasil meraih cita-cita. Ketiga anaknya kini sudah menyandang gelar sarjana.   

Menurut perempuan berjilbab ini, Kartini memberikan inspirasi bagi kaum hawa untuk berdiri sejajar dengan kaum adam, tanpa menghilangkan kodratnya sebagai ibu. “Artinya, wanita bisa berkarir, tapi tetap menghormati sang suami,” katanya.

Meskipun dirinya bekerja dan kini menduduki kursi salah satu kabid di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, dia tetap berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami serta anak-anaknya. Bahkan, dirinya selalu mendukung dan memahami apa yang menjadi tugas suami. “Ini dilakukan agar berhasil dan sukses dalam melaksanakan tugas. Karena keberhasilan melaksanakan tugas akan membanggakan keluarga,” katanya.

Wanita kelahiran Surabaya ini, selain sukses di karir, juga sukses mengurus suami dan ketiga anaknya. Buktinya, ketiga anaknya, Ryan Elzamzam, Danita Adriani, dan Angga Andre Fahrizal, mampu meraih gelar sarjana. Bahkan, mereka bertiga mulai meniti karir. “Alhamdulilah ketiga anak saya sudah sarjana semua,” katanya.  

Ariyani mengatakan, pada zaman now, selain harus mampu mendorong agar suaminya maju, perempuan juga wajib maju. Dengan majunya perempuan, bisa membantu kaum adam berkontribusi positif untuk keluarga, bangsa, dan negara. “Ini tentu sesuai cita-cita Kartini,” ujarnya.

Dia menambahkan, tantangan menjadi Kartini zaman now semakin berat. Karena kini banyak informasi dan teknologi yang maju begitu cepat. Jika tidak bisa mengikuti serta memilah-milah mana yang positif dan negatif, dipastikan Kartini-kartini sekarang tertinggal. Dan bisa jadi terjerumus pada hal negatif. “Karena itu, saya dan suami berusaha menjadi benteng keluarga, agar kita tetap on the track,” katanya. (wen/ed/and)    

(rt/whe/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia