Rabu, 19 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek
BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk.

Rentan Tsunami, Gelar Sekolah Lapangan Gempa Bumi

Sabtu, 21 Apr 2018 10:51 | editor : Anggi Septian Andika Putra

DETEKSI DINI : Peserta sekolah lapangan gempa bumi memperhatikan penjelasan dari narasumber.

DETEKSI DINI : Peserta sekolah lapangan gempa bumi memperhatikan penjelasan dari narasumber. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Bahaya gempa bumi hingga berakibat munculnya tsunami sangat disadari betul oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk.

Buktinya kemarin (20/1), instansi yang berada di Jalan Pesanggrahan No 10, Sawahan, Kabupaten Nganjuk tersebut menggelar sekolah lapangan gempa bumi (gladi ruang mitigasi gempa bumi dan tsunami, Red) bersama seluruh elemen lapisan masyarakat di Trenggalek.

Dalam acara yang dimulai sekitar pukul 08.30 tersebut, turut hadir anggota Komisi V DPR RI Gatot Sudjito, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk Muh Chudori, serta tamu undangan lainnya yang terdiri dari berbagai unsur.

BAGI ILMU : Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk, Muh Chudori, ketika memberi sambutan.

BAGI ILMU : Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sawahan Nganjuk, Muh Chudori, ketika memberi sambutan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

“Kegiatan ini kami adakan untuk menguatkan peran UPT BMKG daerah sebagai perpanjangan tangan dari BMKG pusat untuk berperan aktif dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai rantai peringatan dini terjadinya tsunami,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sawahan Kabupaten Nganjuk Muh Chudori.

Dia melanjutkan, selain itu diharapkan dengan kegiatan tersebut dapat menguatkan peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebagai simpul utama dari rantai peringatan dini tsunami. Itu terkait pemberian informasi dan arahan yang benar kepada masyarakat dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait peringatan dini tsunami. Tak ayal, karena begitu pentingnya acara tersebut, lebih dari 50 peserta yang hadir antusias dalam menyimak penjelasan yang diberikan oleh pemateri. ”Pastinya pemberi materi yang ada di sini sudah berkompeten di bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi menambahkan, pantai di wilayah Trenggalek yang merupakan gugusan Samudra Hindia sangat rentan terjadi tsunami. Namun, terkait hal itu tidak ada yang mengetahui secara pasti. Sehingga diharapkan dengan kegiatan tersebut, berbagai lapisan golongan yang hadir bisa mengetahui segala potensi yang terjadi. Setelah itu, melakukan berbagai tindakan mitigasi bencana untuk meminimalisasi korban. “Tsunami niscaya terjadi. Namun kita belum tahu waktunya kapan dan semoga saja hal yang terjadi di Aceh pada 2004 silam yang menelan banyak korban, bisa dihindari,” imbuhnya.

Di lain pihak, Plt Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin berharap agar seluruh pihak yang hadir cermat dalam memanfaatkan momentum sekolah lapangan gempa bumi. Ini mengingat nominal yang terjadi akibat bencana tidak bisa diukur. “Semoga saja dengan kegiatan ini bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana. Serta memahami mitigasi gempa dan tsunami,” katanya.

Bersamaan itu, Anggota Komisi V DPR RI Gatot Sudjito menjelaskan, negara harus hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tapi sebelum bencana itu terjadi. Sehingga peran inilah yang dilakukan BMKG untuk memberi informasi dini terkait potensi bencana yang terjadi, khususnya tsunami. Untuk itu, wakil rakyat akan mengupayakan agar BMKG memiliki perlengkapan yang memadai terkait deteksi dini bencana. “Negara tidak bisa menangani seluruh hal terkait bencana, makanya diperlukan pastisipasi masyarakat. Salah satunya adalah mengikuti sekolah lapangan gempa bumi ini,” jelasnya. (jaz/ed/tri/and)

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia