Jumat, 21 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Pendidikan

Warga SMKN 2 Trenggalek Teladani Sosok Kartini

Minggu, 22 Apr 2018 21:07 | editor : Anggi Septian Andika Putra

DIJAMIN LEZAT : Kepala SMKN 2 Trenggalek Drs Asbandi,MPd (depan), bersama guru laki-laki mengikuti lomba memasak pada peringatan Hari Kartini.

DIJAMIN LEZAT : Kepala SMKN 2 Trenggalek Drs Asbandi,MPd (depan), bersama guru laki-laki mengikuti lomba memasak pada peringatan Hari Kartini. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Berbagai perayaan atau kegiatan dilakukan beberapa instansi di Kota Keripik Tempe untuk menyambut Hari Kartini, Sabtu (21/4) kemarin. Tak terkecuali di SMKN 2 Trenggalek, yang pada hari itu seluruh siswanya mengenakan pakaian adat berbagai daerah.

Selain mengenakan pakaian adat, proses kegiatan di SMKN 2 Trenggalek diawali dengan upacara bendera untuk memperingati Hari Kartini, yang seluruh petugasnya adalah wanita. Setelah itu, sekolah melaksanakan berbagai perlombaan seperti azan, kaligrafi, dan fashion show bagi siswa, serta lomba memasak oleh guru laki-laki. “Selain peringatan Hari Kartini, kami juga memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Makanya, ada lomba azan dan qiraah,” ungkap Kepala SMKN 2 Trenggalek Drs Asbandi, MPd.

Dia melanjutkan, dalam pelaksanaan, seluruh siswa tidak hanya memakai satu jenis pakaian adat saja. Itu terlihat ada pakaian adat dari berbagai wilayah seperti Bali, Madura, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan lain sebagainya. Alasannya, karena Indonesia merupakan Bhinneka Tunggal Ika sehingga dengan demikian para siswa mengenal pakaian adat dari daerah lain. “Tentu saja pakaian yang kami instruksikan untuk dipakai dalam acara ini merupakan pakaian yang mudah didapat dan dipakai. Sehingga anak-anak tidak perlu ke salon untuk berdandan,” tuturnya.

Bukan hanya itu, diharapkan dengan acara tersebut, para siswa dan seluruh warga sekolah tidak hanya merayakan Hari Kartini, tapi juga meneladani sosok dan perjuangannya. Sebab, RA Kartini tidak pantang menyerah dalam memperjuangkan hak kaum wanita agar memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki. Akhirnya dengan kepandaiannya, itu terus diperjuangkan. Namun dalam memperjuangkan, RA Kartini tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat Indonesia dan seorang muslim. Meskipun, dia sering bergaul dengan bangsa Belanda. “Karena perjuangan Kartini, perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Semoga saja dengan ini, semua pihak bisa lebih meneladani perjuangannya. Bukan hanya RA Kartini, tapi juga Rasulullah SAW yang telah berjuang untuk umatnya,” jelas Asbandi. (jaz/ed/rka)

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia