Rabu, 19 Sep 2018
radartulungagung
icon featured
Blitar

Antisipasi Teror, Aparat Razia Rusun dan Kos-kosan

Rabu, 16 May 2018 19:59 | editor : Ridha Ervina

Personel Satpol PP Kota Blitar memeriksa KTP penghuni kos.

Personel Satpol PP Kota Blitar memeriksa KTP penghuni kos. (subkhan abdullah/ radar blitar)

BLITAR KOTA – Gerak cepat dilakukan aparat untuk memperkecil ruang gerak kawanan teroris. Setelah insiden bom bunuh diri di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5), operasi gabungan digelar di sejumlah titik di Kota Blitar.

Salah satu upayanya, menggelar razia di sejumlah rumah kos dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kota Blitar. Mulai Senin malam (14/5) hingga kemarin (15/5), operasi gabungan dilakukan antara Satpol PP, kepolisian, TNI, dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Rusunawa di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, menjadi sasaran operasi aparat gabungan. Sebab, berdasarkan informasi yang diperoleh aparat, ada tiga penghuni rusun yang mencurigakan. Namun setelah dicek, keberadaan penghuni itu sudah tidak ada. “Hasilnya nihil. Alhamdulillah Kota Blitar aman,” terang Plt Kasatpol PP Kota Blitar Juari, kemarin (15/5).

Seperti diketahui, usai ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5), malam harinya juga terjadi ledakan di salah satu rumah susun (rusun) di Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Selain itu, kemarin juga dilakukan razia kos-kosan yang dimulai sekitar pukul 14.30. Tiga pasangan bukan suami istri diciduk. Ada empat rumah kos yang menjadi sasaran petugas. Sebelum operasi dimulai, sejumlah aparat berkumpul dulu kantor Satpol PP Kota Blitar. Setelah menggelar apel singkat, rombongan langsung meluncur.

Operasi pertama dilakukan di salah satu rumah kos di Jalan Soedanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Di sana, petugas menemukan dua pasangan bukan suami istri dalam satu kamar. Petugas lalu memeriksa identitas dua pasangan muda-mudi ini. Namun, seorang pria berhasil mengelabuhi petugas saat diminta menunjukkan identitas. Pria itu berpura-pura mengambil kartu tanda penduduk (KTP). Namun, setelah ditunggu, pria tersebut tidak muncul. Ternyata kabur.

Akhirnya, hanya sepasang saja yang berhasil diciduk. Setelah itu, rombongan petugas bergerak ke rumah kos berikutnya. Salah satu rumah kos di Jalan Nias, menjadi sasaran kedua. Di sana petugas menemukan dua pasangan bukan suami istri.

Satu diantaranya diduga oknum aparat terciduk tengah berduaan bersama wanita di dalam kamar. Namun, karena belum bisa menunjukkan identitas sebagai anggota, maka petugas tidak membawa pasangan ini ke kantor satpol PP. “Ya, nanti kami koordinasikan lebih dulu dengan kesatuannya (kepolisian, Red),” ungkap Juari.

Sasaran ketiga, yakni salah satu rumah kos di Jalan Sumatera. Hasilnya nihil. Kemudian, petugas bergeser ke rumah kos yang tidak jauh dari rumah kos sebelumnya di Jalan Bali. Di rumah kos ini, polisi menemukan satu pasangan bukan suami dan istri.

Petugas pun langsung menggelandang ke truk Satpol PP, bersama pasangan lainnya. Total ada tiga pasangan yang diamankan petugas. Mereka lantas dibawa kantor Satpol PP Kota Blitar untuk didata. “Operasi ini dalam rangka cipta kondisi menjelang Ramadan, dan antisipasi teroris di wilayah Kota Blitar,” ungkap pria berkumis tipis ini.

Operasi ini terus dilakukan menjelang dan selama Ramadan. Bukan hanya rumah kos dan rusunawa yang disasar, akan tetapi juga sejumlah tempat hiburan. “Pasti kami lakukan. Apalagi, situasi yang berkembang saat ini mengenai teroris yang sudah merajalela di Jawa Timur,” tandas pria ramah ini. (sub/ynu)

(rt/kan/rid/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia