Rabu, 19 Dec 2018
radartulungagung
icon featured
Blitar

Jelang Ramadan Panen Minuman Keras

17 Mei 2018, 12: 09: 18 WIB | editor : Ridha Ervina

Petugas menurunkan kardus  berisi miras yang disita dari salah satu toko di Jalan Anggrek kemarin (16/5).

Petugas menurunkan kardus berisi miras yang disita dari salah satu toko di Jalan Anggrek kemarin (16/5). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Ratusan botol miras (minuman keras) siap jual disita Satpol PP Kota Blitar, kemarin (16/5). Minuman haram itu ditemukan oleh petugas di salah satu toko di Jalan Anggrek. Tepatnya di depan Pasar Templek.

 Selain menyita ratusan botol miras berbagai merek dan jenis dari toko tersebut, satpol PP  juga mengamankan satu mobil boks yang diduga mengangkut puluhan kardus berisi miras siap edar.

Total ada 90 kardus diduga berisi miras berbagai jenis. “Sementara kami amankan dan kami data,” terang Plt Kasatpol PP Kota Blitar Juari.

 Temuan miras itu berawal dari saat petugas melakukan patroli di kawasan Pasar Templek, kemarin (16/5). Saat melinitas di Jalan Anggrek, petugas mendapati sebuah mobil boks putih berhenti di pinggir jalan.

Tepatnya di depan salah satu toko. “Pengemudi mobil boks itu terlihat menurunkan kardus-kardus,” ujar pria ramah ini.

 Terlihat mencurigakan, petugas pun langsung mendekati mobil tersebut.

Setelah interogasi singkat dan dilakukan pengecekan, ternyata benar berisi miras. Salah satunya jenis Vodka. “Setelah dapat informasi itu, kami datang ke TKP (tempat kejadian perkara, Red) untuk mengecek kebenarannya,” lanjutnya.

Petugas pun langsung mengecek ke dalam toko tersebut. Ternyata benar didapati puluhan kardus berisi miras siap jual disimpan dalam toko tersebut.

Kardus-kardus itu baru diturunkan dari mobil boks. Diduga ratusan botol miras itu kiriman dari Surabaya yang bakal dijual selama Ramadan ini.

 Petugas pun langsung mendata satu per satu botol miras tersebut. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah kardus diduga berisi miras yang masih ada dalam boks mobil.

“Kami amankan mobilnya. Kami akan panggil pemilik toko, penjual miras. Keterangan sementara, miras ini dikirim dari Surabaya,” ujar pria yang juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar.

Memang selama Ramadan ini, aparat semakin gencar untuk merazia peredaran miras di Kota Blitar. Sebab, itu juga dalam rangka untuk menegakkan peraturan daerah (perda) mengenai peredaran miras. “Sesuai perda tidak boleh. Kami terus operasi. Apalagi selama Ramadan ini,” terangnya.

Terkait surat edaran (SE) mengenai larangan rumah karaoke untuk tutup total dan tidak beroperasi selama Ramadan, jelas Juari, pihaknya terus mengawasi dan memantau sejumlah rumah karaoke dan sejumlah tempat hiburan lainnya di Kota Blitar. Apabila kedapatan melanggar, maka petugas tidak segan untuk menindak secara tegas sesuai peraturan yang ada. (sub/ed/ziz)

 

(rt/kan/rid/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia