Senin, 20 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Puti Guntur Ajak Peringati Juni Bulan Bung Karno

Rabu, 30 May 2018 09:22 | editor : Anggi Septian Andika Putra

BULAN BUNG KARNO : Cawagub nomor 2, Puti Guntur Soekarno (berkerudung hitam), bertemu warga Rejoso, Blitar. Puti mengajak warga untuk memperingati Juni Bulan Bung Karno.

BULAN BUNG KARNO : Cawagub nomor 2, Puti Guntur Soekarno (berkerudung hitam), bertemu warga Rejoso, Blitar. Puti mengajak warga untuk memperingati Juni Bulan Bung Karno. (TIM PEMENANGAN GUS IPUL-PUTI FOR RATU)

BLITAR - Cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, disambut meriah oleh warga Desa Rejoso, Kabupaten Blitar. Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur (Jatim) nomor 2 itu ikut ngabuburit menjelang buka puasa.

Tiba bersama rombongan kemarin sore, Puti Guntur Soekarno disambut tarian Sakera dari Pulau Madura. Puluhan laki-laki menyambut dengan kaus putih bermotif garis-garis merah, khas dari Pulau Garam tersebut.

Sementara puluhan ibu-ibu mengenakan pakaian kebaya merah berjarit khas Pulau Madura. Puti Guntur menyalami satu per satu warga. Sembari itu muncul yel-yel dari warga, “Hidup Mbak Puti, calon pemimpin Jawa Timur.” Tak ayal, suasana pun makin meriah.

Selesai ramah-tamah, Puti Guntur naik ke atas panggung. Pasangan Calon Gubernur (Cagub) Saifullah Yusuf itu menyampaikan salam “2 jari” kepada seluruh warga yang hadir. Terlihat pula para relawan Gus Ipul-Puti Guntur. Mereka dari Relawan Petir, Perjuangan Anak Bangsa (PAB), dan Sapa Jatim.

Hadir juga jajaran partai politik koalisi, dari PDI Perjuangan (PDIP), PKB, Gerindra, dan PKS. Di atas panggung, Puti Guntur kemudian mengajak warga bersalawat

Ya Nabi Salam Alaika diiringi rebana. Salawat yang dipopulerkan Grup Band Wali itu menggema di Desa Rejoso.

"Ini ngabuburit-nya sangat luar biasa. Dengan konsep seni dan budaya. Apalagi saya datang tadi disambut dengan tarian Sakera oleh warga," kata Puti Guntur.

Puti mengatakan, kehadirannya bukan untuk kampanye. Dia tidak menyampaikan visi-misi atau ajakan memilih. Puti datang untuk bersilaturahmi dengan warga Blitar. "Keluarga Bung Karno punya perasaan yang sangat dekat dengan Blitar,” kata putri semata wayang Guntur Soekarno, putera sulung Bung Karno.

Tepatnya di Bendogerit Kota Blitar, kakeknya, Bung Karno, disemayamkan. Makam Bung Karno selalu ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di Blitar pula, Bung Karno tumbuh di rumah yang dinamai Istana Gebang, setelah sebelumnya orang tuanya tinggal berpindah-pindah dari Kota Surabaya, Jombang, dan Kediri.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang lalu, Puti Guntur datang berziarah ke Makam Bung Karno. Dia mendampingi bibinya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kini, menjelang bulan Juni, Puti Guntur mengingatkan momentum peringatan Juni Bulan Bung Karno. Peringatan itu setiap tahun dilakukan oleh PDIP. “Ada tiga peristiwa penting dalam bulan Juni,” kata Puti Guntur.

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Ini mengenang pidato bersejarah tanpa teks Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945, ketika dia menggali dan merumuskan falsafah Pancasila, yang kemudian menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hari Lahir Pancasila ditetapkan Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 lalu. “Kemudian 6 Juni 1901, Bung Karno lahir di kampung Pandean, Kota Surabaya. Tahun 2018 ini usia kelahiran Bung Karno telah mencapai 117 tahun,” kata Puti.

Peristiwa ketiga, kata dia, 21 Juni 1970 yang dikenang sebagai hari wafatnya Bung Karno di tengah cengkeraman rezim Orde Baru. “Dalam suasana bulan suci Ramadan, nanti kita peringati Juni Bulan Bung Karno dengan kegiatan, doa, dan perasaan yang khidmat,” ajak Puti.

Miftahul Hudi, Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di Kabupaten Blitar mengatakan, perpaduan Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno mengingatkan kembali persahabatan Bung Karno dengan para ulama di masa lalu.

"Gus Ipul adalah cicit salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri. Dan Mbak Puti adalah cucu Bapak Plokamator Republik Indonesia Bung Karno," terangnya.

Dia mengajak warga Blitar untuk menyukseskan pilkada Jatim dengan memilih pemimpin yang punya akar sejarah di masyarakat. “Bung Karno dan ulama NU punya akar sejarah kuat di Jawa Timur,” kata Miftahul Hudi. (*/ed/and)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia