Senin, 20 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Politik

Juni Bulan Bung Karno, Puti Bangga Kesenian Pesisir Selatan

Sabtu, 02 Jun 2018 10:18 | editor : Anggi Septian Andika Putra

RAMPAK BARONG : Cawagub nomor 2, Puti Guntur Soekarno menyaksikan pemecahan rekor MURI dalam pertunjukan rampak barong. Puti bersama Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

RAMPAK BARONG : Cawagub nomor 2, Puti Guntur Soekarno menyaksikan pemecahan rekor MURI dalam pertunjukan rampak barong. Puti bersama Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. (TIM PEMENANGAN GUS IPUL-PUTI FOR RATU)

TRENGGALEK - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Puti Guntur Soekarno menyaksikan pagelaran rampak barong di Trenggalek.

Kandidat pilkada Jawa Timur nomor 2 itu bangga dengan kesenian pesisir selatan Jawa Timur tersebut. “Pertunjukkan yang mengagumkan,” kata Puti Guntur, Kamis (31/5) kemarin, di Trenggalek. Cucu Bung Karno itu melihat membeludaknya Stadion Menak Sompal yang menjadi tempat pertunjukan.

Pertunjukan kesenian itu di antaranya untuk menyongsong peringatan Juni Bulan Bung Karno. Sekalian untuk misi pemecahan Rekor Musim Rekor Indonesia (MURI), dengan menampilkan 2.750 barong.

Selain Puti Guntur, hadir pula Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah, Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, dan Ketua DPC PDIP Trenggalek Doding Rachmadi. “Pertunjukan ini untuk melestarikan seniman, yang setia menjaga seni barongan. Dengan pemecahan rekor MURI, kita lebih bangga dalam menjaga dan melestarikan kesenian ini,” kata Nur Arifin yang juga Wakil Bupati Trenggalek.

Kemarin, stadion itu dipenuhi pemain barong dan masyarakat Trenggalek yang menikmati waktu tunggu buka puasa. Selain itu, pertunjukkan seni tradisional itu untuk merayakan pelantikan Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sebagai Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Timur.

TMP adalah organisasi sayap kaum muda di bawah PDIP. Selain dari Trenggalek, pemain barong berasal dari Tulungagung, Blitar, dan Ponorogo. "Barong sebagai seni pesisir selatan merupakan hiburan rakyat. Filosofinya, nafsu angkara murka akan kalah oleh ksatria. Hawa nafsu akan selalu ada. Karena itu harus dikalahkan,” kata Trimo Dwi Cahyono, Ketua Paguyuban Barong Trenggalek.

Pagelaran rampak barong itu juga wujud dukungan masyarakat Trenggalek terhadap Calon Gubernur (Cagub) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, kandidat nomor 2 pilkada Jawa Timur. “Ada latar belakang dukungan untuk Gus Ipul-Mbak Puti, yakni dukungan ulama,” kata Nur Arifin.

“Seperti halnya saya bisa menjadi wakil bupati dan kini Plt Bupati Trenggalek berkat digendong doa para ulama serta gagasan Bung Karno yang dipegang dan saya terapkan," kata Nur Arifin.

Juni Bulan Bung Karno diperingati tiap tahun. Pada 1 Juni, diperingati Hari Lahir Pancasila. Lalu, 6 Juni dikenal sebagai hari lahir Bung Karno. Dan 21 Juni dikenang sebagai wafatnya Sang Proklamator itu. “Saya kagum, pertunjukkan ini sebagai upaya pelestarian budaya tradisional. Budaya yang hidup di nusantara ini,” kata  Puti Guntur. Dia mengenang ajaran ideologi Bung Karno, kakeknya. Yakni, ajaran Trisakti, yang disampaikan pada publik tahun 1963 “Tiga inti ajaran Bung Karno itu, pertama: berdaulat di bidang politik, kedua: berdikari di bidang ekonomi, dan ketiga: berkepribadian dalam budaya,” kata Puti Guntur Soekarno.

Menurut Puti, kesenian barong yang hidup dan menjadi ciri khas masyarakat selatan Jawa Timur menjadi salah satu kekayaan Indonesia. Ada pula reog di Ponorogo, kuda lumping, dan lainnya. “Seluruh kebudayaan dan kesenian tanah air itu harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan,” kata Puti.

Pertunjukkan itu menemukan momentum tepat dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Jumat 1 Juni hari ini. “Di dalam falsafah Pancasila, kita tahu, harus menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia,” kata Puti. (*/ed/and)

(rt/ang/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia