Minggu, 19 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tangkap Pemilik Bahan Peledak

Selasa, 05 Jun 2018 10:40 | editor : Anggi Septian Andika Putra

DISITA: Barang bukti bahan peledak yang berhasil diamankan polisi.

DISITA: Barang bukti bahan peledak yang berhasil diamankan polisi. (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Masih saja bahan peledak dengan mudah dikuasai warga, meski berkali-kali sering terdengar peristiwa rumah meledak gara-gara mesiu mercon.

Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menimpa warga di Kota Marmer jelang Lebaran tahun  ini.

Dari hasil razia Polres Tulungagung, mengamankan tiga pelaku pemilik dan pembuat mercon, yakni AMR, 20, VNF, 21, keduanya warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, dan MS, 32, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, kini meringkuk di balik jeruji besi.

Di antaranya barang bukti yang diamankan, yakni 71 sumbu petasan siap pakai, 17,5 kilogram bubuk mesiu siap edar.

Selain itu, sekitar 14 bahan petasan yang siap diisi bubuk.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan, juga mengamankan Honda Scoopy nomor polisi (nopol) AG 6099 RAY, serta dua buah handphone, dan satu tas hitam.

Bahan peledak didapat sekitar pukul 20.30 Sabtu kemarin (2/6) lalu di Lapangan Pabrik Kunir, masuk Desa Gilang, Kecamatan Ngunut.

“Awalnya menangkap pelaku AMR dan VNV warga Desa Gilang, serta mengamankan barang bukti yang dibawa, dan motor yang digunakan sebagai transaksi menjual kembali mercon,” ungkapnya.

Setelah dapat informasi dari pelaku tersebut, lantas polisi berhasil menangkap satu pelaku lain, sebagai pemilik bahan peledak, yakni MS, 32 warga Desa Sukorejo, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

“Barang-barang ini sebenarnya milik MS, yang kemudian diperjual belikan,” jelasnya.

Diamengatakan, berdasarkanpengakuan pelaku dihadapan petugas, bahan peledak tersebut sering dijual belikan dengan bentuk bubukan dan tidak jarang di jual dengan yang jadi.

“Terus lakukan pengembangan kasus ini, dan meminta keterangan yang tertangkap guna proses penyidikan lebih lanjut. Ancaman hukuman mereka 20 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata,” jelasnya. (yon/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia