Rabu, 22 Aug 2018
radartulungagung
icon featured
Trenggalek

Harga Lelang Rendah, Plt Bupati Minta Bina Jasa Rekontruksi

Selasa, 05 Jun 2018 10:54 | editor : Anggi Septian Andika Putra

Grafis Pembangunan di Trenggalek

Grafis Pembangunan di Trenggalek (Alwik Ruslianto)

TRENGGALEK- Proses pembangunan di Kota Keripik Tempe tahun ini tidak hanya diwarnai  perbedaan harga perkiraan sementara (HPS), namun tawar menawar harga paket lelang yang keliwat rendah. Para penyedia jasa pun resah, lantaran nganggur atau bekerja namun merugi.

“ Lelang harga turun sampai 30 persen, ini bagaimana ini, ini sudah tidak sehat,” kata Asmadi, Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) kemarin (4/6).

Menurut dia,  ada banyak kemungkinan sehingga kondisi tersebut terjadi. Pertama, karena penyedia jasa yang memang kebelet pingin kerja, sehingga berani menawar rendah tanpa memikirkan profit tidaknya kegiatan tersebut.

Kedua, ini disebabkan perencanaan yang kurang baik, sehingga penyedia jasa berani memberikan penawaran lebih rendah karena merasa harga tersebut masih memungkinkan untuk dikerjakan.

Lebih jauh pihaknya khawatir hal ini nanti berdampak pada kualitas pembangunan. Sebab, penyedia jasa tentu tidak mau merugi sehingga terpaksa mengurangi spesifikasi dalam kegiatan tersebut.

“Kalau penyedia jasa  tidak mencuri (mengurangi spesifikasi,red), berarti perencanaan yang tidak bekerja dengan baik,” terangnya.

Mantan anggota dewan ini berharap kepala daerah dalam hal ini bupati bisa turun tangan. Artinya memberikan pengarahan dan pembinaan kepada para penyedia jasa kontruksi di Trenggalek agar kondusifitas dalam melaksanakan pembagunan tetap terjaga. Itu penting karena iklim pembangunan yang tidak sehat jelas akan berdampak pada kualitas pekerjaan.

“ Makanya pak bupati (Plt Bupati) harus segera turun tangan, membina para penyedia jasa kontruksi,” imbuhnya.

Senada, Yani seorang anggota Gapensi Trenggalek tidak menampik kondisi yang demikian. Penawaran harga kegiatan memang terjun bebas. Meski begitu pihaknya mengaku tidak kapok dan terus berusaha untuk mendapatkan kegiatan dengan kemapuan harga dalam penwaran yang diajukan.

“Ya seperti itu, meski belum dapat terus nawar,” katanya kepada koran ini.

Pria ramah ini sedikit malu-malu untuk menilai wajar dan tidaknya kondisi tersebut. Pihaknya juga enggan berkementar terlalu jauh mengenai kondisi pembangunan tahun ini. Yang jelas, secara organisasi belum ada respon terkait pembangunan tahun ini.

Sedangkan secara personal pihaknya memilih bersikap tenang, meskipun tahun ini belum ada penwarannya yang nyantol.

“Belum dapat, tapi tenang wae wes, kalau kami ini kan manut aturannya bagaimana,” ujarnya.

Diingat kembali, beberapa waktu lalu dewan dibuat berang lantaran nilai yang tertera dalam anggaran pendapatan  dan belanja daerah terpaut jauh dengan harga di dalam kontrak kegiatan.

Harga perkiraan sendiri (HPS) dari hasil survey yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan hidup(DPKPLH) terpaut jauh dengan standar satuan harga yang di tetapkan oleh pemerintah daerah. Akibatnya, nilai kegiatan turun jauh dari pagu yang ditetapkan dalam APBD. (hai/and)

(rt/lai/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia